Jangan Norak deh, Begini Etika Membunyikan Klakson yang Wajib Diketahui

Klakson diciptakan sebagai sebuah alat untuk berkomunikasi sesama pengguna jalan.

Jangan Norak deh, Begini Etika Membunyikan Klakson yang Wajib Diketahui
Istimewa
Ilustrasi klakson mobil 

TRIBUNKALTIM.CO - Klakson diciptakan sebagai sebuah alat untuk berkomunikasi sesama pengguna jalan.

Namun bukan berarti membunyikan klakson bisa sesuka hati pengendara, ada etika tidak tertulis yang sebenarnya patut juga diketahui oleh semua pengguna jalan.

Misalnya begini, di suatu kondisi jalan, ada kendaraan lain yang secara tiba-tiba bergeser pindah jalur kearah kendaraan Anda.

Baca: Tiga Wanita ini Nekat Stop Mobil Polisi dan Minta Diantarkan, Begini Reaksi Netizen

Atau cerita lain saat Anda melintasi sebuah persimpangan jalan dengan visual dari arah lain yang terbatas.

Saat-saat seperti ini, klakson punya tugas untuk setidaknya memberi tahu kepada pengguna jalan lain tentang keberadaan kendaraan Anda.

Bunyi klakson pun sudah diatur dalam sebuah aturan tertulis yang disahkan oleh pemerintah dan dipatuhi oleh para produsen kendaraan di dunia.

Baca: Kurang Konsentrasi, Hindari Kucing Mobil Bawa Toge Seruduk Rumah

Artinya, Anda juga tidak boleh sembarangan mengganti klakson dengan bunyi yang sangat keras sehingga justru mengganggu pengguna jalan lain.

Dalam laman resmi Kementrian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub), aturan ini  berbunyi, “Agar tidak menimbulkan polusi suara dan diterima dengan bagus oleh indera dengar manusia, kekuatan bunyinya pun harus sesuai dengan aturan yakni paling rendah 83 desibel dan paling tinggi 118 desibel,”.

Halaman
12
Editor: Ayuk Fitri
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help