DPRD Bontang Desak PT Torindo Tutup Seluruh Galian Jargas

Proyek pembangunan jaringan gas (Jargas) untuk rumah tangga di Bontang, terus menuai sorotan.

DPRD Bontang Desak PT Torindo Tutup Seluruh Galian Jargas
Tribun Kaltim/Udin Dohang
Sejumlah pekerja proyek Jargas Bontang melakukan penggalian dan pemasangan pipa Jargas di jalan Parikesit, Bontang Baru, beberapa waktu. 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG — Proyek pembangunan jaringan gas (Jargas) untuk rumah tangga di Bontang, terus menuai sorotan.

Pasalnya, hingga kini galian Jargas yang tersebar mulai dari jalan protokol hingga ke gang pemukiman warga, tak kunjung ditutup oleh pihak kontraktor. 

 Ketua Komisi II DPRD Bontang Ubaya Bengawan mengungkapkan pihaknya akan  melaporkan kinerja PT Torindo Utama Sakti ke Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), selaku penanggung jawab program Jargas Nasional.

Baca: Tersipu Malu, Marion Jola Akhirnya Ngaku Berat Badannya Naik 7 Kilo, Lihatlah Penampilannya!

“Galian Jargas ini sudah lama dikeluhkan warga. Malah sekarang makin ramai jadi perbincangan di sosial media. Makanya dalam waktu dekat, kami akan laporkan masalah ini ke Kementrian ESDM,” ujar Ubaya Bengawan, Rabu (31/1).

 Menurut Ubaya, pembangunan Jargas merupakan program nasional yang didanai serta dilelang langsung di Kementrian ESDM. Dengan demikian, pihak kontraktor tidak bertanggung jawab langsung kepada Pemerintah Daerah (Pemda), tapi langsung ke Kementrian.

Masalahnya, saat terjadi kendala lapangan, misalnya pekerjaan galian yang tak kunjung ditutup oleh pihak kontraktor, sasaran keluhan warga sudah pasti akan mengarah kepada pemerintah dan DPRD. “Ini yang perlu kami luruskan.

Baca: Poster Film Black Panther Ramai Disorot, Benarkah Terinspirasi Organisasi Terlarang di AS?

Fungsi kami di DPRD tentu tetap melakukan pengawasan, tapi soal solusi itu sepenuhnya kewenangan ESDM,” katanya.

 Dijelaskan, kondisi galian Jargas yang tak kunjung ditimbun kerap dikeluhkan warga lantaran bekas galian tersebut menimbulkan penyempitan jalan, kubangan lumpur serta berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas. Menyikapi keluhan tersebut, Komisi II DPRD secara khusus sudah melakukan pemanggilan terhadap managemen PT Torindo Utama Sakti dan PT Bontang Migas Energi (BME) selaku pengelola Jargas rumah tangga di Bontang.

“Secara institusi kami juga sudah memanggil kontraktor Jargas ini, tapi sifatnya hanya menjalankan pengawasan atas kegiatan pembangunan dalam kota,” tuturnya.

Baca: Begini Pesan Ustadz Solmed untuk Umat Muslim yang Saksikan Gerhana Bulan, Jangan Percaya Takhayul

 Ia mendesak pihak kontraktor galian Jargas bekerja cepat menimbun dan memperbaiki seluruh bekas galian mereka seperti semula.

“Kita tidak tahu seperti detail kontrak galian Jargas ini. Tapi saya kira sudah semestinya seluruh bekas galian itu dikembalikan dan jalan yang rusak dibenahi seperti semula,” pungkas politisi Partai Demokrat Bontang tersebut. 

Penulis: Udin Dohang
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved