Korban Tenggelam Terbawa Arus Sampai Wilayah Kabupaten Tana Tidung

Dua jenazah ini kita dapatkan di daerah KTT sana. Pertama ya jenazah Muslimin ini. Korban ini terseret arus cukup jauh dari Malinau

Korban Tenggelam Terbawa Arus Sampai Wilayah Kabupaten Tana Tidung
tribunkaltim.co/christoper desmawangga
Ilustrasi: Tim SAR gabungan mencari korban tenggelam di sungai. 

TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU - Perjuangan tim SAR gabungan di Malinau telah menemui akhir. Dua dari 4 korban tenggelam di waktu dan lokasi berbeda di Malinau telah ditemukan pada hari yang sama, Kamis (1/2/2018). Pertama kali ditemukan, korban atas nama Muslimin (37) yang terjatuh dari perahu pengangkut pasir tempat ia bekerja, ditemukan, pukul 10.00 di perairan Kabupaten Tana Tidung (KTT).

Bukan tim SAR gabungan yang menemukan, tapi perahu penumpang rute Tarakan-Malinau dalam perjalanannya ke Malinau menemukan korban mengapung tak bernyawa di sekitar daerah Sungai Kapuak KTT. Dibantu oleh ketinting milik warga sekitar, jenazah akhirnya sampai ke Malinau untuk segera dibawa ke RSUD Malinau dan diserahkan kepada keluarga.

"Dua jenazah ini kita dapatkan di daerah KTT sana. Pertama ya jenazah Muslimin ini. Korban ini terseret arus cukup jauh dari Malinau. Diperkirakan, waktu tempuh menggunakan speedboat dari lokasi ditemukan ke Malinau kurang lebih setengah jam. Kalau untuk ukuran jarak, bisa mencapai puluhan kilometer," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Malinau, Elisa, kemarin.

"Saat ditemukan, ABK langsung mengambil seutas tali untuk menarik jenazah ke tepi sungai. Namun, kondisi tepi sungai yang dangkal membuat speedboat tidak bisa merapat. Perahu ketinting warga sekitarlah yang dimintai tolong untuk mengangkut jenazah ke tepi. Kemudian, tim SAR menjemput dan membawanya ke Malinau," lanjutnya.

Untuk titik pencarian Muslimin, disampaikan Elisa, pihaknya memang fokus di sepanjang Sungai Sesayap antara Malinau-KTT. Sebab, lokasi jatuhnya korban di sungai tersebut. Namun, yang cukup mengagetkan adalah lokasi ditemukannya jenazah Norma (38), korban perahu karam di sekitaran Desa Tanjung Lapang, Kecamatan Malinau Barat, Jumat (26/1) lalu.

"Kalau korban ini, kita temukan kurang lebih pukul 16.00 di sekitar Sungai Seputuk, KTT. Cukup jauh korban ini ditemukan dari lokasi ia hilang. Hal ini wajar, karena korban ini ditemukan setelah seminggu hilang. Untuk menjemput jenazah, tim SAR tidak menggunakan jalur sungai. Tapi, menggunakan jalur darat. Dua jenazah saat ini sudah di Malinau," paparnya.

Setelah dibawa ke RSUD Malinau beber Elisa, kedua jenazah akan langsung diserahkan kepada keluarga korban. Menurut informasi, setelah diterima oleh keluarga korban jenazah akan langsung dikebumikan.

"Sempat beredar isu telah ditemukan jenazah Norma sebelum korban ditemukan. Ini tindakan dari orang-orang tidak bertanggungjawab. Kasihan keluarga yang menunggu. Sempat, pengangkutan jenazah terkendala karena kendaraan kehabisan bensin di jalan. Tapi, tadi (Kemarin) sudah ada anggota antar BBM," jelasnya.

Elisa menyampaikan, ungkapan terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu tim dalam melakukan pencarian korban. Selanjutnya, pihaknya akan membubarkan posko bencana di dua titik. Elisa mengungkapkan, sekitar 50 kendaraan sungai dikerahkan untuk melakukan pencarian korban-korban tenggelam dalam sepekan terakhir ini.

"Terutama kepada masyarakat pemilik perahu ketinting. Tanpa mereka, tidak bisa kita melakukan pencarian. Sebab, alat-alat kita sangat terbatas. Begitu pula dengan BPBD KTT yang juga membantu kita mencari korban beberapa hari ini. Saat ini, dua posko sudah kita bongkar, yakni di Tanjung Lapang dan Pelabuhan Speedboat Malinau," tuturnya. (*)

Penulis: Purnomo Susanto
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help