OPINI

Pesan buat Pemimpin: "Hai Kamu, Dapat Salam dari Amanah! Yang Dulu Pernah Kamu Sanggupi"

“HAI kamu, dapat salam dari amanah! Yang dulu pernah kamu sanggupi”. Begitulah kira-kira bunyi quote dari sebuah blog Randiapriansyah

Pesan buat Pemimpin:
IST
Tri Noor Aziza 

Oleh: Tri Noor Aziza
Peneliti Pusat Kajian dan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur III
Lembaga Administrasi Negara

TRIBUNKALTIM.CO - “HAI kamu, dapat salam dari amanah! Yang dulu pernah kamu sanggupi”. Begitulah kira-kira bunyi quote dari sebuah blog Randiapriansyah yang berseliweran di dunia maya, tatkala kita membrowsing quote “amanah”.

Quote ini begitu menggelitik namun “dalem binggits” begitu kata anak jaman now mengistilahkannya. Qoute ini begitu nakal menyentil sanubari manusia yang masih memiliki nurani. Namun juga memiliki penegasan akan penagihan janji yang terlupa atau sengaja terlupakan.

Kata amanah sendiri berasal dari bahasa Arab dari kata amin, ni’man, amnaa yang berarti aman/tidak takut/tidak khianat (almanar.co.id, 2013). Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) amanah diartikan sebagai “sesuatu yang dipercayakan (dititipkan) kepada orang lain”.

Ini mengandung pengertian segala sesuatu baik berupa benda, pekerjaan maupun hal lainnya yang dipercayakan untuk dijaga, dikelola harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab bukan malah disalahi.

Baca: Korban Tenggelam Terbawa Arus Sampai Wilayah Kabupaten Tana Tidung

Betapa tidak, salah satu contoh amanah yang konkrit adalah jabatan. Setiap orang di negeri ini yang memiliki jabatan atau yang pernah memiliki stempel penyelenggara negara dan pemerintahan pasti pernah mengucapkan janji atau sumpah jabatan atas nama Tuhan yang mereka imani.

Namun tak sedikit yang membelokkan hatinya untuk mengingkari apa yang telah dijanjikan. Logikanya, jika atas nama Tuhan Yang Menciptakan saja masih bisa ingkar, apalagi atas nama manusia. Maka 1001 dalih akan diejawantahkan untuk menguatkan alibi ketidakbersalahan atas perbuatan yang dilakukan.

Transparency International Indonesia (TII) menyatakan Indeks Persepsi Korupsi Indonesia (CPI) pada 2016 naik satu poin sebesar 37 dari angka tertinggi 100, tetapi secara global posisi Indonesia masih berada di urutan ke90 dari 176 negara di dunia. (bbc.com/indonesia, 2017)

Berdasarkan data yang dirilis oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) per 30 November 2017, KPK melakukan penanganan tindak pidana korupsi dengan rincian: penyelidikan 114 perkara, penyidikan 118 perkara, penuntutan 94 perkara, inkracht 73 perkara, dan eksekusi 76 perkara.

Halaman
123
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved