TribunKaltim/

Perusahaan Mainan Hanya Ekspor Dua Kali

Namun produktivitas Indonesia masih rendah ketimbang negara Asia lain seperti China. "Supaya industri lokal bisa berkembang asing

Perusahaan Mainan Hanya Ekspor Dua Kali
Hand-over
Permainan anak-anan (diapers.com) 

TRIBUNKALTIM.COM, JAKARTA - Ekspor komoditas mainan terus berkembang. Namun, Asosiasi Mainan Indonesia (AMI) mengeluhkan ekspor hanya dinikmati perusahaan asing.

Sutjiadi Lukas, Ketua Asosiasi Mainan Indonesia menjelaskan pemain lokal hanya sekitar lima pabrikan yang bisa mengekspor. Sementara sisanya hanya menjual di dalam negeri.

"Itu pun satu perusahaan hanya bisa kirim ekspor dua kali dalam setahun. Sekali kirim pun hanya satu kontainer saja," kata Sutjiadi kepada KONTAN, Minggu (4/2).

Menurutnya nilai ekspor 1 kontainer hanya berkisar Rp 500 juta sampai Rp 600 juta. Dikirim ke negara Asia seperti Thailand, dan juga ke negara benua Afrika.

Sedangkan Perusahaan Modal Asing (PMA) menurutnya memang berdiri di Indonesia untuk orientasi ekspor saja. Sehingga tidak banyak yang menjual di dalam negeri. "Jadi wajar ekspor mereka terus berkembang," tuturnya.

Menurutnya, perusahaan asing pada umumnya melihat Indonesia lokasi potensial untuk pembangunan pabrik. Dikarenakan upah minimum Tenaga Kerja di Indonesia rendah dibanding negara lain.

Namun produktivitas Indonesia masih rendah ketimbang negara Asia lain seperti China. "Supaya industri lokal bisa berkembang asing harusnya bisa kerja sama dengan lokal supaya bisa ada alih teknologi," katanya.

Sutjiadi menegaskan AMI sudah berdiskusi dengan Kementerian Perdagangan, BKPM, dan ada Kementerian Perindustrian supaya misal ada investor asing maka ada pembentukan Joint Venture.

Dengan komposisi saham 60% perusahaan lokal dan sisanya asing. "Sehingga tidak mematikan industri dalam negeri," tukasnya.

Dari catatan Kemenperin, ekspor komoditi mainan sampai per September 2017 tercatat US$ 228,39 juta atau naik 8,97% dibandingkan periode yang sama tahun 2016 (YoY) sebesar US$ 209,59 juta. (*)

Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help