Bea masuk Pajak Mobil Sedan Dipotong

Apalagi semua model mobil menurutnya sekarang sudah sama mewahnya. "Menurut kami kategori sedan itu mewah hanya untuk 3.000 cc ke atas," kata Jonfis.

Bea masuk Pajak Mobil Sedan Dipotong
tribun kaltim/nevrianto hp
Suasana pameran mobil bertajuk BCA Autoshow menampilkan 10 merk mobil, berlangsung 18-19 November di atrium Big Mall Jl Untung Surapati Sungai Kunjang Samarinda Kalimantan Timur. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemperin) dan Kementerian Keuangan (Kemkeu) sedang membahas revisi struktur pajak otomotif. Salah satu poin yang direvisi adalah menurunkan bea masuk dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) mobil sedan.

Hal ini supaya Indonesia menjadi tujuan basis ekspor sedan di Indonesia. Sejumlah agen pemegang merk (APM) pun menanggapi rencana pemerintah tersebut.

Kariyanto Hardjosoemarto, Deputy Director Sales Operations & Product Management, PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia menjelaskan, bila kebijakan tersebut sudah resmi keluar maka akan menggairahkan pasar sedan lagi.

"Dari sisi harga tentu akan menjadi lebih kompetitif," kata Kariyanto, kepada Kontan.co.id, Kamis (8/2).

Menurutnya, baik produsen maupun konsumen tentu menikmati manfaat dari penurunan PPnBM tersebut. Dari sisi konsumen bisa membeli kendaraan sedan dengan harga yang lebih terjangkau, dan apabila dengan harga yang lebih terjangkau volume penjualan pun jadi naik. "Tentu pihak produsen akan mendapatkan keuntungan dari hal tersebut," katanya.

Jonfis Fandy, Marketing & After Sales Service Director PT Honda Prospect Motor mengatakan, dampaknya bagi kondisi pasar otomotif tidak secara langsung dan membutuhkan waktu. "Lagipula line up sedan sangat sedikit sekarang. Hanya kelas medium ke atas yang banyak," kata Jonfis kepada.

Menurut Jonfis sebenarnya tidak ada alasan untuk mengenakan pajak barang mewah sedan lebih tinggi dari mobil setara lainnya. Apalagi semua model mobil menurutnya sekarang sudah sama mewahnya. "Menurut kami kategori sedan itu mewah hanya untuk 3.000 cc ke atas," kata Jonfis.

Menurut Jonfis bila ini berlaku perlu diriset lagi mobil apa yang tepat bagi konsumen sebab karakter dari konsumen Indonesia sudah cukup lama menginginkan mobil MPV tujuh penumpang atau kelas SUV. (*)

 

Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help