Darurat Narkoba

Bukannya Cegah Peredaran Narkoba, Oknum Pegawai Bandara Ini Malah Jadi Kurir Sabu

Tindakan tak patut dicontoh dilakukan AR, oknum pegawai di Aviation Security (Avsec) Bandara Juwata Tarakan.

Bukannya Cegah Peredaran Narkoba, Oknum Pegawai Bandara Ini Malah Jadi Kurir Sabu
TRIBUN KALTIM/NALENDRO PRIAMBODO
AR, oknum PNS AVSEC Bandara Juwata Tarakan, tiba di Bandara SAMS Sepinggan, Balikpapan, Sabtu (10/2/2018) dan digiring menuju Polda Kaltim. Oknum PNS AVSEC Bandara Juwata Tarakan ini, diamankan karena menjadi kurir narkoba jenis sabu-sabu seberat 1 kg sabu dari Tarakan menuju Balikpapan. Aktivitas ini sudah dilakukan AR sejak 2010 silam. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Tindakan tak patut dicontoh dilakukan AR, oknum pegawai di Aviation Security (Avsec) Bandara Juwata Tarakan. Bukannya membantu menjadikan bandara steril dari peredaran narkoba, AR malah jadi kurir narkoba. Tak tanggung-tanggung, narkoba jenis sabu seberat 1 kg berhasil disita dari tangan tersangka.

AR ditangkap jajaran Ditresnarkoba Polda Kaltim di depan pintu keluar Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan, Kamis (8/2) lalu sekitar pukul 07.20 Wita.

"Dia (AR) berangkat dari Tarakan menuju Balikpapan. Dia membawa sabu seberat kurang lebih 1 kg. Saat mendarat, kami langsung melakukan penangkapan," kata Diresnarkoba Polda Kaltim Kombes Pol Ahmad Sauri di Bandara SAMS Sepinggan, Sabtu (10/2) bersama tersangka usai melakukan pengembangan di Tarakan.

Baca: Penjarah Telur Penyu di Kepulauan Derawan Ancam Petugas, Bukan Kali Pertama

Dari pengakuan tersangka, lanjut Ahmad, pegawa yang sudah puluhan tahun bekerja sebagai sebagai staf AVSEC ini mengaku sudah mengedarkan sabu lewat jalur udara dari Tarakan ke Balikpapan sejak 2010.

"Sudah sering, 1, 2, 3 kg, variasi jumlahnya. Bisa dua kali (dalam sebulan). Dia sendirian dan orang lain yang antar dari Tarakan, dan ini masih kita dalami," ujarnya saat ditanya frekuensi pengiriman sabu oleh tersangka dalam sebulan.

Sabu seberat 1 kg yang diprediksi bernilai Rp 2.5 miliar tersebut rencananya akan diedarkan ke Balikpapan dan sejumlah kota lainnya di Kaltim. Sementara ini, polisi baru menetapkan pria yang berdomisili di Tarakan ini sebagai satu-satunya tersangka, sembari terus mengambangkan kasus untuk mencari jaringan lain.

"Ada yang terima disini, dan itu sifatnya hit and run,"ujarnya. Barang bukti yang berhasil disita di antaranya satu bungkus narkoba jenis sabu seberat kurang lebih 1 kg, jaket warna biru tua, satu buah HP merek Nokia, boarding pass maskapai penerbangan tujuan Tarakan-Balikpapan atas nama tersangka, satu ID Card Bandara Kelas 1 Juwata Tarakan dan uang tunai Rp 2,2 juta.

Baca: Oknum PNS Aviation Security Selalu Berhasil Kirim Sabu Lewat Bandara, Begini Pengakuannya

Dengan kepala tertunduk dan wajah tertutup masker, AR mengaku mendapat imbalan Rp 3 juta hingga Rp 4 juta untuk sekali antar paket sabu dari Tarakan menuju Balikpapan. AR mengenakan setelan celana kain berwarna biru tua, mirip seragam petugas AVSEC, langsung digiring menuju Mapolda Kaltim untuk diperiksa lebih lanjut.

Halaman
12
Penulis: Nalendro Priambodo
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help