20 Rumah Dicat Warna-warni RT 2 Kelurahan Sebengkok Pilot Project Kampung Pelangi

Cat yang diberikan cuma 20 cat yaitu cat merah dan biru. Sedangkan cat hijau ini kami minta dan tukaran dengan tetangga

20 Rumah Dicat Warna-warni RT 2 Kelurahan Sebengkok Pilot Project Kampung Pelangi
TribunKaltim/Christoper Desmawangga
Ilustrasi: Pengecatan kampung warna warni 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Kota Tarakan sebagai pintu transit di Provinsi Kaltara dipilih sebagai pilot project Kampung Pelangi yang digagas oleh Pemprov Kaltara melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruangan Perumahan dan Kawasan Permukiman. (DPUPR-Perkim).

Permukiman yang dipilih untuk Kampung Pelangi ini adalah permukiman masyarakat di pesisir, di dekat Pelabuhan Tengkayu II, tepatnya di RT 2 Kelurahan Sebengkok Kecamatan Tarakan Tengah. Di permukiman ini ada 20 rumah yang dinding, pagar hingga atap dicat warna warni.

Pantauan Tribun, Senin (12/2/2018) tampak salah satu warga sedang mencat plafon rumah bagian luar dengan cat biru. Terlihat pula ada beberapa rumah yang telah dicat warna warni mulai dari warna merah, kuning, hijau dan biru mirip warna pelangi.

Patra yang rumahnya telah dicat warna, biru, merah dan hijau ini mengaku, sudah dua minggu lalu suaminya mencat sendiri rumahnya. Meskipun begitu, cat yang diberikan oleh DPUPR-Perkim Pemprov Kaltara masih kurang, karena masih ada sebagian dinding rumahnya belum dicat.

"Cat yang diberikan cuma 20 cat yaitu cat merah dan biru. Sedangkan cat hijau ini kami minta dan tukaran dengan tetangga. Jadi di rumah saya ini ada tiga warna yang dipakai, merah, biru dan hijau biar terlihat warna warni gitu," ucapnya.

Patra mengatakan, ia bersama suaminya tidak keberatan rumahnya dicat warna warni. Ia melihat malah kelihatan bagus dicat warna-warni. Oleh karena itu ia menginginkan cat yang kurang dapat segera datang. "Saya berharap cat yang kurang bisa datang secepatnya biar semua dinding rumah cepat selesai dicat," ucapnya.

Lurah Sebengkok, Denny Sukma Permana mengaku, bahwa program Kampung Pelangi ini merupakan program DPUPR-Perkim Pemprov Kaltara. Untuk program ini Pemprov Kaltara memberikan bantuan cat dan kuas. Sedangkan untuk warna cat sudah ditentukan.

"Jadi warga sudah dikasih kuas dan cat, dan warna cat sudah ditentukan. Misalnya rumah bapak si A warnanya merah dan hijau. Rumah ibu B warnanya hijau dan kuning. Untuk pengecatannya dilakukan swakelola oleh masyarakat, sehingga masyarakat mencat sendiri rumahnya dengan cat yang diberikan," ujarnya.

Denny mengatakan, ia tidak mengetahui secara pasti mengapa permukiman masyarakat Kelurahan Sebengkok yang dijadikan pilot project untuk program Kampung Pelangi. "Saya tidak tahu ya, yang tahu itu DPUPR-Perkim Pemprov Kaltara, karena ini program mereka. Saya di sini hanya membantu masyrakat dan alhamdullillah masyarakat tidak keberatan rumahnya dicat warna warni," ucapnya. (*)

Penulis: Junisah
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help