Pilgub Kaltim 2018

Alasan Keamanan, Pencabutan Nomor Urut Paslon Gubernur Kaltim Dipindah ke Tempat Ini

kepolisian dan TNI masih siaga untuk pengamanan pencabutan nomor urut pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim

Alasan Keamanan, Pencabutan Nomor Urut Paslon Gubernur Kaltim Dipindah ke Tempat Ini
Tribun Kaltim/Christoper Desmawangga
Personel gabungan dari Polri dan TNI menggelar simulasi pengamanan penetapan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Kaltim, di kantor KPU Kaltim, jalan Basuki Rahmat, Samarinda, Kaltim, Minggu (11/2/2018) 

Laporan wartawan TribunKaltim.co, Christoper D

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Penetapan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim, telah selesai.

Namun, kepolisian dan TNI masih siaga untuk pengamanan pencabutan nomor urut pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim, yang akan dilaksanakan pada Selasa (13/2) besok di hotel Mesra, jalan Pahlawan.

Baca: Soal Nomor Urut, Andi Harahap dan AGM tak Permasalahkan Urutan yang Didapat

Awalnya, direncanakan pencabutan nomor urut juga akan dilakukan di aula KPU Kaltim, jalan Basuki Rahmat, namun mengingat tempat yang tidak memadai, ditambah dengan lokasinya yang berada tengah-tengah kantor pemerintahan, membuat lokasi pencabutan nomor urut dipindahkan.

"Kita tahu sendiri, di sini (KPU Kaltim) terlalu kecil, terlebih besok juga ada acara tambahan, yakni pesta rakyat, itu pertimbangannya, jadi dipindahkan ke hotel Mesra," ucap Karo Ops Polda Kaltim, Kombes Pol Heri Heryandi, Senin (12/2/2018).

Personel yang disiapkan untuk pengamanan besok, masih sama dengan jumlah personel hari ini (12/2) yakni 616 personel gabungan, dengan pola pengamanan yang juga sama, yakni terdiri dari tiga kawasan pengamanan, ring 1, ring 2 dan ring 3.

Baca: Sebelum Pukulkan Palu ke Kepala , Edy Sempat Mijat Korban

"Jumlah dan polanya sama, ada yang di dalam gedung, luar gedung dan sekitar lokasi, di jalanan dan sekitarnya," ucapnya.

Diperkirakan, pada pencabutan nomor urut besok, akan dihadiri kurang lebih 3000 massa, terdiri dari setiap simpatisan massa pendukung pasangan calon Gubernur dan wakil Gubernur, serta warga.

Selain itu, setiap pasangan calon hanya diperkenankan membawa masuk pendukungnya ke gedung pertemuan, maksimal 50 orang, karena kapasitas gedung diperkirakan hanya dapat menampung sebanyak 400-500 orang.

Baca: Pantat Kontainer Seruduk Rumah Warga Karang Joang, Ada Balita di Dalamnya

"Jadi, bagi pendukung setiap pasangan, jangan membawa atribut yang berlebihan, dan juga harus turut serta menjaga keamanan dan ketertiban, termasuk saat di jalan menuju lokasi, jangan sampai mengganggu pengguna jalan lainnya," ucapnya.

"Keberangkatan dan kembalinya akan kita kawal, termasuk personel lantas yang siaga disejumlah titik jalan, untuk mengatur lalu lintas, dan mengurai kemacetan," tutupnya. (*)

Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved