Jusuf Kalla Dianggap Pilihan Paling Aman, Bakal Digandeng Lagi oleh Jokowi dalam Pilpres 2019?

JK dinilai sebagai sosok yang tepat karena dekat dengan umat Muslim. Pernah Ketua Dewan Masjid Indonesia,dan alumni HMI

Jusuf Kalla Dianggap Pilihan Paling Aman, Bakal Digandeng Lagi oleh Jokowi dalam Pilpres 2019?
Jokowi dan JK. Foto ini diambil saat bakal calon presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama bakal calon wakil presiden Jusuf Kalla, dalam acara deklarasi pasangan tersebut di Gedung Joang 45, Jalan Menteng Raya, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (19/5/2014). Pasangan itu diusung empat partai, yaitu PDI Perjuangan, NasDem, PKB, dan Hanura.(WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN) 

TRIBUNKALTIM.CO, SINGAPURA - Duet Joko Widodo ( Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) berpeluang untuk kembali bersama di pemilihan presiden (pilpres) 2019.

Hal itu diungkapkan oleh wartawan senior terkemuka, John McBeth, dalam tulisannya di situs Asia Times pekan lalu.

Dalam tulisannya, McBeth menyatakan Presiden Jokowi membuka peluang untuk kembali menggandeng wapres asal Watampone, Sulawesi Selatan tersebut.

“Untuk saat ini, JK adalah pilihan paling aman,” ucap sumber yang merupakan salah satu anggota tim informal kampanye pilpres Jokowi sepert dikutip oleh McBeth.

Sumber tersebut menjelaskan, keputusan untuk kembali memilih JK ditengarai kesulitan yang dihadapi Jokowi untuk memilih cawapres yang dapat membantu mengamankan pemilih tradisional Muslim.

JK dinilai sebagai sosok yang tepat karena dekat dengan umat Muslim. Wapres yang pernah menjabat pada periode 2004-2009 ini merupakan Ketua Dewan Masjid Indonesia, dan juga alumni organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)

Sumber yang dekat dengan JK mengonfirmasi kebenaran tawaran cawapres tersebut. Namun ditambahkan, JK sejauh ini merasa lelah dan ingin pensiun dari dunia politik seperti yang pernah disampaikannya.

Adapun jika tawaran itu diterima JK, kesepakatannya adalah sosok berusia 75 tahun itu hanya akan menjabat separuh periode, atau hingga 2022.

Durasi itu saja bakal menjadikannya sebagai wapres dengan masa jabatan terpanjang dalam sejarah Indonesia.

Sejauh ini dalam tulisannya, McBeth menyebutkan bahwa tim kampanye yang akan dibentuk jelang masa pilpres terus menggodok nama JK, dan sejumlah cawapres potensial lain hingga tenggang pendaftaran capres-cawapres pada Agustus mendatang.

Halaman
12
Editor: Achmad Bintoro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help