TribunKaltim/

Petugas Bandara Juwata Tarakan yang Berangkat dari Terminal Bandara Juga Wajib Diperiksa Melalui SCP

Saya kumpulkan semua Avsec, khususnya Avsec yang bekerja saat AR ditangkap. Saya bilang kepada mereka tidak usah macam-macam

Petugas Bandara Juwata Tarakan yang Berangkat dari Terminal Bandara Juga Wajib Diperiksa Melalui SCP
TRIBUN KALTIM/JUNISAH
Tersangka Ar (yang pakai baju hitam dengan wajah ditutup) saat berada di Bandara Juwata Tarakan, dibawa kembali ke Balikpapan untuk diperiksa Satuan Resnarkoba Polda Kaltim, Sabtu (10/2/2018). 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Tertangkapnya AR petugas Avsec Bandara Juwata Tarakan yang membawa sabu-sabu seberat 1 kilogram ini tentunya memberikan citra buruk bagi Bandara Juwata Tarakan, terutama bagian Avsec sebagai petugas pengamanan dan pengawasan bandara.

Akibat ulah AR ini, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Bandara Juwata Tarakan, M Auriyadin Saleh mengumpulkan semua petugas bandara terutama bagian Avsec di salah satu ruangan, Senin (12/2/2018).

"Saya kumpulkan semua Avsec, khususnya Avsec yang bekerja saat AR ditangkap. Saya bilang kepada mereka tidak usah macam-macam. Lebih baik kerja sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Jangan tegiur iming-iming," ucapnya usai melakukan pertemuan dengan petugas Avsec.

Auriyadin mengatakan, dalam pertemuan ini ia juga menanyakan kepada semua Avsec, keberadaan AR saat berangkat dari Bandara Juwata Tarakan menuju Bandara Sepinggan Balikpapan. Apakah mengetahui keberadaan AR di bandara Juwata Tarakan sebelum berangkat ke Balikpapan.

"Saya tanya tidak ada yang tahu, karena pada saat berangkat beliau itu dalam posisi off. Jadi teman-teman Avsec tidak ada yang tahu. Jadi apa yang dilakukan beliau ini, benar-benar urusan pribadi beliau berangkat ke Balikpapan," ujarnya.

Diakui, Auriyadin, semua pegawai dan petugas bandara yang akan berangkat dari Bandara Juwata Tarakan wajib diperiksa sesuai dengan SOP. Sehingga tetap melalui Security Check Point (SCP) I dan SCP II. "Semua barang yang dibawa wajib diperiksa," katanya.

Auriyadin mengaku, ulah AR tentunya sangat mencoreng institusi Bandara Juwata Tarakan. "Tentunya ini mencoreng institusi kita, untuk itulah saya minta mereka bekerja sesuai SOP, karena kesejahteran Avsec ini kami perhatikan juga," ujarnya.

Seperti diketahui, AR yang merupakan warga Karang Anyar RT 33 Tarakan Barat Kota Tarakan Provinsi Kaltara ditangkap di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Kamis (8/2/2018) pukul 07.20 Wita. Pengakuan AR sabu diambil dari Tarakan.

Kemudian AR dibawa kembali ke Tarakan untuk menunjukkan siapa yang memberikan sabu tersebut. Sampai akhirnya, AR dibawa kembali lagi dari Tarakan ke Balikpapan dengan menggunakan pesawat Batik Air, Sabtu (10/2/2018) pukul 11.00. (*)

Penulis: Junisah
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help