RSUD Nunukan Temukan 2 Pasien Anak Penderita Penyakit Langka

Ada dua kasus yang kami temukan, memang cukup aneh karena waktu saya tugas di Papua nggak pernah dapat, Samboja juga nggak

RSUD Nunukan Temukan 2 Pasien Anak Penderita Penyakit Langka
RSUD Nunukan, Kalimantan Timur 

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Pihak RSUD Nunukan menemukan dua pasien anak penderita Henoch-Schonlein Purpura (HSP). Anak tersebut menderita sakit perut dan di sekujur tubuhnya muncul ruam ruam merah keunguan seperti penyakit kulit.

"Ada dua kasus yang kami temukan, memang cukup aneh karena waktu saya tugas di Papua nggak pernah dapat, Samboja juga nggak, Makassar nggak. Di Nunukan saya temukan," kata dr Sholeh SpA, dokter spesialis anak di RSUD Nunukan.

Awalnya dia tidak menyangka jika pasiennya menderita HSP. Dia justru menyangka penyakit tersebut gangguan saraf atau gejala polio, jika melihat kondisi pasien yang tidak sanggup berdiri akibat kakinya membengkak.

Sholeh juga menganalisa dengan perkiraan si anak menderita penyakit morbili, rubela, roseola invantum atau Exantema cubitum. "Semua mirip, gejalanya muncul ruam merah. Tahunya pas malam, dia mengalami sakit perut hebat. Akhirnya setelah saya analisa lebih jauh baru ketahuan kalau HSP," ujarnya.

Penyakit HSP merupakan reaksi peradangan pada pembuluh darah atau vaskulitis, mengenai pembuluh darah kecil di kulit, persendian, saluran cerna dan ginjal. "Penyakit ini dikenal kedokteran 200 tahun lalu di Jerman. Jarang sekali kasus begini, bahkan langka," ujarnya.

Gejala HSP pada anak sering terjadi pada usia 4-7 tahun yang didahului infeksi saluran nafas. Kemudian berlanjut peradangan pada sendi dengan gejala bengkak, merah, hangat dan nyeri yang diikuti ruam merah keunguan yang timbul di beberapa tempat seperti bokong dan kaki tetapi bersifat simetri atau tidak gatal.

HSP, jelasnya, merupakan penyakit sistemik tubuh auto imun dipicu virus yang menyerang actygen atau sistem kekebalan tubuh dan tidak terlalu kentara meski dianalisa uji laboratorium.

Namun dia memastikan, pengobatan HSP tidak terlalu sulit asalkan tidak terlambat ditangani. Biasanya HSP terjadi beberapa minggu dan menghilang tetapi dapat timbul kembali. Anak bisa menderita sakit perut hebat akibat vaskulitas atau peradangan di saluran cerna. Selain itu dapat juga terjadi intusepsi dan perforasi usus.

Adapun gejala pada ginjal dapat dijumpai gejala bengkak, hematuria atau kencing bercampur darah. "Asal belum terlambat bisa diatasi. Yang bahaya itu kan perutnya. Infeksi saluran nafas bisa berakibat fatal sampai meninggal," katanya.

Selain penyakit langka tersebut, pihak RSUD Nunukan juga menemukan kasus keganasan berupa leukimia. Pada 2017, ada sekitar 4 pasien yang telah dirujuk ke sejumlah rumah sakit seperti di Makassar, Semarang dan Surabaya. (*)

Penulis: Niko Ruru
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help