Pertamina Meniadakan Direktorat Gas

Saat ini diputuskan bahwa Pemasaran Corporate dijabat oleh Pak Iskandar (M. Iskandar) dan menangani juga Pemasaran Ritel.

Pertamina Meniadakan Direktorat Gas
KOMPAS IMAGES
Loga Pertamina 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Kementerian BUMN kembali merombak jajaran direksi PT Pertamina (Persero). Dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) yang digelar oleh Kementerian BUMN dan Pertamina pada Selasa (13/2), Kementerian BUMN memutuskan untuk meniadakan Direktorat Gas.

Secara otomatis, Yenni Andayani selaku Direktorat Gas Pertamina diberhentikan. "Kami memutuskan tidak ada Direktur Gas, maka ada pemberhentian Bu Yenni," jelas Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno pada Selasa (13/2).

Lebih lanjut Harry bilang Pertamina akan fokus pada pemasaran. Makanya diputuskan akan ada Direktur Pemasaran Korporat dan Direktur Pemasaran Ritel.

"Saat ini diputuskan bahwa Pemasaran Corporate dijabat oleh Pak Iskandar (M. Iskandar) dan menangani juga Pemasaran Ritel. Bu Nicke masih Direktur SDM tapi menangani logistik, supply chain, dan infrastruktur," ujar Harry.

Asal tahu saja, RUPS memutuskan perubahan nomenklatur berupa Perubahan Direktur Pemasaran menjadi Direktur Pemasaran Ritel. Selain itu, menetapkan Penambahan nomenklatur Direktur Pemasaran Korporat dan Direktur Logistik, Supply Chain dan Infrastruktur. Serta, meniadakan Direktur Gas. (*)

Sejak adanya perubahan nomenklatur tersebut, maka jajaran Direksi Pertamina adalah:
1.            Elia Massa Manik selaku Direktur Utama
2.            Arief Budiman selaku Direktur Keuangan
3.            Syamsu Alam selaku Direktur Hulu
4.            Muchamad Iskandar selaku Direktur Pemasaran Ritel, merangkap Direktur Pemasaran Korporat sampai dengan penetapan direktur definitif
5.            Nicke Widyawati selaku Direktur Logistik, Supply Chain dan Infrastruktur, merangkap Direktur SDM sampai dengan penetapan direktur definitif
6.            Direktur Manajemen Aset: Dwi Wahyu Daryoto
7.            Direktur Pengolahan: Toharso
8.            Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko: Gigih Prakoso
9.            Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia: Ardhy N. Mokobombang

Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help