Dishub minta Jangan Dulu Rekrut Driver Taksi Online yang Baru

Penempelan stiker taksi online secara simbolis dilakukan Dishub Kaltim di Convention Hall Samarinda, Kamis (15/2).

Dishub minta Jangan Dulu Rekrut Driver Taksi Online yang Baru
TRIBUNKALTIM/ANJAS PRATAMA
STIKER ONLINE - Simbolis penempelan stiker taksi online yang dilakukan Dishub Kaltim di Convention Hall Samarinda, Kamis (15/2). Penempelan stiker dilakukan Kadishub Kaltim, Salman Lumoindong atas nama perusahaan PT. Bumi Jasa Utama, yang berafiliasi dengan Go-Car dalam operasional onlinenya tersebut. 

SAMARINDA, TRIBUN - Penempelan stiker taksi online secara simbolis dilakukan Dishub Kaltim di Convention Hall Samarinda, Kamis (15/2). Penempelan ini mencakup lima unit taksi online afiliasi Go-Car dan PT. Bumi Jasa Utama.

Berbarengan dengan acara itu, Dishub Kaltim juga berpesan kepada operator tak si online. Salah satunya, adalah tak perlu lagi merekrut driver baru, ketika kuota sudah dipenuhi.
"Kami harap, tidak dulu rekrut driver baru, sampai semua kuota terpenuhi," ucap Salman Lumoindong, Kepala Dishub Kaltim, Kamis (15/2).

Selain itu, ia juga meminta perusahaan, ataupun koperasi yang ingin berafiliasi dengan Go-Car, Grab serta Uber untuk segera menyelesaikan proses perizinan operasional kepada Dishub dan Badan Perizinan. Sebabnya, tinggal kurang 15 hari lagi, Dishub memberi batas waktu dilakukannya operasi Simpatik.

"Kami minta yang lain juga ikut selesaikan perizinan. Ini sudah ada buktinya yang selesai. Kalau hingga Maret belum ada dapatkan izin operasional, tak ada jalan lain, selain dilakukan penilangan," ucapnya.

Sebagai informasi, kuota untuk taksi online sudah ditetapkan oleh Dishub Kaltim, sesuai kebutuhan masing-masing daerah. Balikpapan kebagian 150 unit, sementara Samarinda sekitar 200 unit. Bagaimana pembagian per operator, disebut Salman tergantung kecepatan pihak perusahaan atau koperasi dalam mengurus izin. "Bisa saja nanti kami bagi rata, atau siapa cepat di dapat. Tergantung dari kecepatan perusahaan ataupun koperasi," katanya.

Sementara itu, Muhammad Agus, Branch Manager PT. Bumi Jasa Utama area Kalimantan, ikut menyampaikan proses-proses hingga rencana mereka dalam pengembangan taksi online ke depan. Baru ada 5 unit yang terselesaikan, disebutnya karena disesuaikan dengan rencana bisnis yang ada.

"Langkah awal kami,baru 5 dulu. Karena kami mau lihat-lihat dahulu. Ke depan kami akan lebih banyak lagi. Tetapi, dikhususkan untuk taksi online yang dimiliki pribadi," ucapnya.

Sebagai informasi, ada dua cara taksi online bisa memiliki izin sesuai tipe badan hukum mereka. Pertama, yakni melalui perusahaan, dimana STNK kendaraan atas nama perusahaan bersangkutan, dan yang kedua melalui Koperasi. Jika melalui koperasi maka STNK kendaraan bisa saja atas nama pemilik/ perorangan. Pola kedua ini, menghemat biaya modal, karena perusahaan ataupun badan usaha, tak perlu harus memiliki atau membeli mobil untuk bisa menjadi pelaku taksi online.

"Koperasi sementara juga kami urus. Jadi, STNK pribadi, kami usahakan juga bisa bergabung dengan kami. Kalau atas nama perusahaan, otomatis kan STNK-nya milik kami. Tujuan kami memang untuk STNK pribadi yang masuk ke taksi online melalui koperasi. Kan kuota Balikpapan saat ini ada 150 unit, jika dibagi tiga, maka 50 per aplikator. Kami juga priorotaskan yang pribadi. Bisa saja, 45 unit lainnya yang belum selesai, itu untuk taksi online dengan STNK Pribadi, tetapu koperasinya melalui kami," ucap Muhammad Agus.

Disinggung terkait ketercukupan kuota Balikpapan yang hanya 150 unit kendaraan taksi online, disebut Agus sudah termasuk normal, jika dibandingkan dengan jumlah penduduk yang ada.
"150 itu sudah cukup bagus. Ideal. Itu dengan melihat kondisi total masyarakat Balikpapan, sekitar 400-500 ribu orang. Kapan akan kembangkan di Samarinda, kami akan lakukan secepatnya," ucapnya. (anj)

Penulis: Anjas Pratama
Editor: Adhinata Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help