KM Tarawani Ternyata Tergilas Badan Tongkang

Dimana, menurut keterangan beberapa saksi, kapal nelayan Tarawani Baru asal Sangatta, Kabupaten Kutim, seperti ditelan bumi

KM Tarawani Ternyata Tergilas Badan Tongkang
TRIBUN KALTIM / MARGARET SARITA
Koordinasi Wabup Kasmidi Bulang didampingi Danlanal Letkol Mulyan Budiarta bersama aparat Pos AL Tanjung Mangkalihat dan Polair dan Pospol Sangkulirang? yang dilanjutkan pencarian korban tenggelam akibat insiden tabrakan kapal vs tongkang 

TRIBUNKALTIM.CO SANGATTA - Memasuki hari keempat, Rabu (14/2), pencarian korban tenggelam kapal nelayan Tarawani Baru vs tongkang Jaya Pratama Abadi (JPA-2) di Tanjung Lampu, Desa Tanjung Mangkalihat, Kecamatan Sandaran, belum menghasilkan.

Tim susulan yang dipimpin Wabup Kasmidi Bulang bersama Danlanal Sangatta, Letkol Laut (P), Mulyan Budiarta dengan menggunakan KAL Kudungga ikut bergabung dengan tim pencarian dari Basarnas, BPBD, Kepolisian serta Pos AL Tanjung Mangkalihat.

Pencarian hari keempat difokuskan pada kawasan perairan tempat terjadinya kecelakaan laut. Dimana, menurut keterangan beberapa saksi, kapal nelayan Tarawani Baru asal Sangatta, Kabupaten Kutim, seperti ditelan bumi begitu saja.

"Pasca kecelakaan kami langsung mendapat informasi dari awak tongkang. Kapal Tarawani Baru, tertabrak dan tergilas badan tongkang di bagian kanan. Namun, saat dilakukan pencarian tidak ada bekas-bekas atau sisa perangkat kapal yang naik ke permukaan. Seperti hilang ditelan bumi saja. Dua jam kami berputar melakukan pencarian, tidak melihat tanda-tanda sama sekali," ungkap Raflesius Sappe, chief officer Tugboat Biak VI saat dikunjungi Wabup dan Danlanal di tugboatnya.

Di sela pencarian, Wabup dan Danlanal mendatangi tugboat Biak VI yang ikut melakukan pencarian. Di kapal tersebut, Wabup Kasmidi Bulang bertanya informasi seputar kejadian yang menimpa tujuh awak kapal Tarawani Baru.

"Saat ada kapal nelayan, kami sempat mengubah haluan. Namun, tongkang yang ditarik berjalan lambat dan akhirnya menabrak kapal nelayan. Saat itu awak kapal nelayan yang bernama Sukri, langsung bergelantung di tali pengikat ponton. Sehingga terselamatkan dalam musibah tersebut. Sementara enam awak kapal lainnya, masih berada di dalam kapal," ujar Raflesio.

Wabup Kasmidi Bulang mengatakan pencarian akan terus dilakukan hingga H + 7, nanti. Sebagaimana prosedur yang biasa dilakukan. Ia berharap enam korban yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan. "Dukungan terhadap pencarian keluarga korban akan terus kami lakukan. Kami berharap para korban bisa segera ditemukan," ujar Wabup.

Selain mendatangi tugboat, di sekitar lokasi tenggelamnya kapal nelayan Tarawani Baru, Wabup Kasmidi Bulang juga memantau pencarian yang dilakukan beberapa kapal nelayan yang merupakan kawan para korban tenggelam. Mereka melakukan pencarian dengan menggunakan jangkar yang ditarik dengan dua kapal nelayan. Namun, hingga sore hari belum ada kabar tentang para korban tenggelam tersebut.

Seperti diketahui, Minggu (11/2) kemarin, sebuah kapal nelayan yang digunakan tujuh pemancing asal Sangatta bertabrakan dengan Tugboat penarik tongkang JPA 2.

Peristiwa itu menyebabkan enam orang dinyatakan hilang dan sedang dalam pencarian. Mereka yang hilang yakni Jakaria (56), Kardi (45), Marten alias Opa, Seno, Sukri (57) serta 1 orang pria dengan perkiraan usia 30 tahun. Sementara yang selamat adalah Sukri. Pemilik kapal ini, diselamatkan warga Tanjung Mangkaliat yang kebetulan sedang melintas di lokasi kejadian. (sar)

Penulis: tribunkaltim
Editor: Martinus Wikan
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help