TribunKaltim/

Prihatin Maraknya Kasus Batal Umroh, Kemenag Balikpapan akan Undang 35 Travel Umroh

Kementerian Agama Kota Balikpapan merasa prihatin atas mencuatnya beberapa kasus travel umroh yang bermasalah

Prihatin Maraknya Kasus Batal Umroh, Kemenag Balikpapan akan Undang 35 Travel Umroh
TRIBUN KALTIM / BUDI SUSILO
Shaleh, Kepala Seksi Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umroh Kantor Kemenag RI Kota Balikpapan. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kementerian Agama Kota Balikpapan merasa prihatin atas mencuatnya beberapa kasus travel umroh yang bermasalah, termasuk yang sekarang sedang ramai travel umroh Abutours. Problematika ini seakan tidak akan berhenti, perlu ada tindakan.

Kepala Seksi Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umroh Kemenag Balikpapan Shaleh mengatakan, selama ini penyelenggaraan umroh diserahkan kepada swasta. Peran sentral pemerintah tidak dominan bila dibandingkan dengan urusan haji.

"Kami juga tidak mengira akan terjadi banyak kasus. Travel yang selama ini tidak ada masalah, kenapa harus muncul masalah. Banyak yang jadi korban," tuturnya kepada Tribun.

Baca: Bayar Rp 22 Juta tak Kunjung Berangkat Umroh, Jamaah Minta Penjelasan Abu Tours

Seperti halnya Abutours travel selama ini berdasarkan catatan dari Kementerian Agama dianggap resmi dan berizin. Bahkan kalau dicek dalam aplikasi Umroh Cerdas, travel yang identik dengan warna merah ini masuk dalam daftar legal travel umroh di Indonesia.

"Saya juga tidak tahu apa persoalannya. Awalnya bagus kemudian bermasalah. Bisa jadi ada persoalan di internal mereka. Tapi kami juga tidak tahu persis apa yang terjadi. Kami tidak bisa bertanggungjawab," ujarnya.

Langkah antisipasi untuk lebih meminimalisir munculnya travel bermasalah berikutnya, tentu Kemenag Balikpapan akan melakukan koordinasi satu sama lain dengan seluruh travel umroh yang beroperasi di Kota Balikpapan.

"Rencananya kami akan mengundang sampai 35 travel. Kami undang yang tercatat di Kemenag saja. Kami akan koordinasi, mempersatukan semua yang ada, jangan sampai jalan sendiri-sendiri. Selama ini kesannya jalan sendiri-sendiri," katanya.

Tujuan pertemuan tersebut adalah menyatukan persepsi dan tindak tanduk yang sesuai dengan aturan yang berlaku. Menyamakan persepsi kalau pelayanan jasa umroh mesti bertanggungjawab dan profesional. "Kalau nanti masih ada yang kurang bisa kita perbaiki. Apa saja yang harus kita isi," ujarnya.

Selain itu, travel yang dikumpulkan nantinya akan diberikan arahan dan pembinaan yang sesuai dengan norma agama dan aturan dari negara. Kemenag posisinya hanya sebagai kompas supaya seluruh travel tidak menjadi persoalan bagi konsumen.

Halaman
12
Penulis: Budi Susilo
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help