Harga Batubara untuk Listrik Masih Alot

Dengan begitu, pelaku usaha pertambangan batubara dalam waktu dekat ini akan mengajukan usulan kepada pemerintah.

Harga Batubara untuk Listrik Masih Alot
TRIBUN KALTIM/GEAFRY NECOLSEN
GENSET BARU - PT PLN Tnajung Redeb telah mengoperasikan sejumlah mesin genset baru untuk mengurangi dampak pemadaman karena kerusakan mesin Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lati. 

> Menteri Jonan Masih Galau Tetapkan Skema Terbaik

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Keputusan harga batubara dalam negeri atau Domestik Market Obligation (DMO) untuk pembangkit listrik kelihatannya masih tarik menarik. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan kelihatannya juga masih galau untuk menetapkan skema yang terbaik dalam penetapan harga batubara lokal itu.

Padahal sebelumnya, menurut sumber KONTAN, Kementerian ESDM berencana akan memutuskan skema harga batubara pada Kamis (15/2/2018) ini.

Namun hal itu urung terjadi. Diduga, pelaku usaha pertambangan batubara masih belum sepakat dengan ketentuan yang akan diberikan kepada pemerintah. Ketentuannya adalah patokan harga batas atas sebesar US$ 70 per ton dan batas bawah senilai US$ 60 per ton. Adapun skema yang itu muncul atas dasar permintaan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Direktur Eksekutif Asosiasi Perusahaan Batubara Indonesia (APBI), Hendra Sinadia yang mewakili perusahaan batubara tidak sepakat dengan rencana pemerintah mematok harga batubara dengan skema tersebut. Maka dari itu, pemerintah diminta mendiskusikan kembali dengan pelaku usaha sebelum memutuskan kebijakan tersebut.

Hendra bilang, wacana patokan harga batas atas dan batas bawah itu sudah dibahas dengan pemerintah dan PLN beberapa bulan yang lalu. “Pengusaha tidak sepakat dengan usulan tersebut,” tandasnya kepada Kontan.co.id, Kamis (15/2/2018).

Dengan begitu, pelaku usaha pertambangan batubara dalam waktu dekat ini akan mengajukan usulan kepada pemerintah.

Hanya sayangnya, Hendra belum bisa membicarakan seperti apa usulan tersebut apakah tidak sepakat dengan angka yang dipatok atau opsi lain di luar dari batas atas dan batas bawah.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Andy Noorsaman Sommeng mengatakan, aturannya sudah disiapkan oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan. Hanya saja belum ditantandatangani.

“Tunggu saja minggu depan,” terangnya tanpa mau memberi tahu isi kebijakan tersebut, di Kantor Kementerian ESDM, Kamis (15/2/2018).

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM, Bambang Gatot Ariyono mengungkapkan, memang ada opsi batas atas dan batas bawah untuk harga batubara itu. Namun, hal itu masih dibahas. Ia juga bilang, bahwa ada opsi lain selain batas atas dan batas bawah harga batubara untuk pembangkit listrik itu namun hal itu masih dibahas. (*)

Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help