Kesya Bayi Penderita Gizi Buruk 'Rayakan' Ultah Pertamanya di RSUD Bulungan

Hari kelima dirawat, ketiga gejala itu akhirnya berhasil dinormalkan dokter. Kemudian muncul diagnosa baru yaitu gizi buruk

Kesya Bayi Penderita Gizi Buruk 'Rayakan' Ultah Pertamanya di RSUD Bulungan
TRIBUN KALTIM/MUHAMMAD ARFAN
Bayi Kesya, penderita gizi buruk dirawat di RSUD Soemarno Sosroatmodjo, Bulungan, Kalimantan Utara, Kamis (15/2/2018). 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Tepat di hari ulang tahunnya yang pertama hari ini (kemarin) (15/2/2018), bayi Kesya justru terbaring di ruang Flamboyan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soemarno Sosroatmodjo, Bulungan di Tanjung Selor Kalimantan Utara.

Kesya disimpulkan oleh tim dokter menderita gizi buruk. Awal masuk rumah sakit tanggal 26 Januari lalu, bayi mungil ini didiagnosa menderita sepsis, meningitis, dan pneumonia. Komplikasi gejala itu menyebabkan Kesya sempat kejang-kejang tak sadarkan diri.

Hari kelima dirawat, ketiga gejala itu akhirnya berhasil dinormalkan dokter. Kemudian muncul diagnosa baru yaitu gizi buruk.

Noor Hamidah, dokter yang menangani bayi Kesya mengklaim berat badan anak ketiga dari pasangan Mira (25) dan Faisal (30) ini sudah naik dari 5,9 kilo pada saat masuk rumah sakit menjadi 6,25 kilo sekarang.

Dokter masih punya pekerjaan besar untuk meningkatkan berat badan Kesya menjadi normal yaitu 9 kilogram untuk bayi umur satu tahun.

"Ada juga pembesaran hepar pada saat pertama kali dia masuk. Leukositnya sampai 60 ribu waktu itu. Itu yang bikin dia kejang, tidak sadarkan diri," kata Noor Hamidah di RSUD Soemarno Sosroatmodjo, Kamis (15/2/2018).

Suplemen ASI dari ibunya menurut dokter sangat kurang. Dan sejak awal Kesya tidak mengenal susu formula. "Makanya di awal, kami juga kesusahan. Kita kenalkan (asupkan) susu formula, dia tidak mau. Malah kakaknya yang minum. Jadi kami latih Kesya konsumsi bubur susu," ujarnya.

Mau tidak mau dokter harus memberi suplemen bubur susu dan susu formula untuk menggenjot pemenuhan gizi dan berat badannya. Bubur susu diasup melalui mulut. Sedangkan susu formula terpaksa diasupkan menggunakan pipa makanan atau sonde.

"Pelan-pelan kalori dari bubur susu itu akhirnya menaikkan berat badannya. Tetapi sampai sekarang belum normal. Berat badannya harus 9 kilogram untuk bayi seumurannya," katanya. (*)

Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help