TribunKaltim/

KM Tarawani Tenggelam di Kedalaman 329 Meter

Harapannya, ada sedikit petunjuk yang sangkut di antara jaring maupun jangkar tersebut.

KM Tarawani Tenggelam di Kedalaman 329 Meter
TRIBUN KALTIM/MARGARET SARITA
Pencarian korban tenggelam di Tanjung Mangkalihat, Kabupaten Kutai Timur. 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA – Tenggelamnya KM Tarawani Baru akibat insiden kecelakaan laut, Minggu (11/2) dini hari lalu, menjadi pelajaran bersama.

Dimana sarana pendukung keselamatan dalam pelayaran diperlukan. Lampu kapal, life jacket, dan informasi cuaca di perairan yang dituju, hendaklah menjadi bekal saat melakukan pelayaran. Apalagi, bagi mereka yang sekadar menyalurkan hobi memancing.

Hingga Kamis (15/2), pencarian di sekitat perairan Tanjung Mangkalihat hingga perbatasan Kabupaten Berau, di sekitar Teluk Sulaiman dan Pulau Kaniungan, masih terus dilakukan jajaran tim gabungan dari SAR, Kepolisian dan Pos AL Tanjung Mangkalihat.

Di sekitar lokasi kejadian tabrakan pun dilakukan penyisiran oleh kapal-kapal nelayan yang merupakan rekan-rekan korban sesama pencari ikan dari Sangatta.

Mereka melebarkan jaring menggunakan jangkar dari dua kapal dan berlayar beriringan. Harapannya, ada sedikit petunjuk yang sangkut di antara jaring maupun jangkar tersebut.

Misi kemanusiaan pun dilakukan Wabup Kasmidi Bulang bersama Danlanal Letkol Laut (P), Mulyan Budiarta. Bersama rombongan relawan dari Komunitas Pecinta Alam Kutai Timur (Kompak), BPBD, PMI Kutim, Lanal Sangatta, Possi Kutim dan PMK Kutim.

Selama dua hari, KAL Kudungga dikerahkan untuk ikut melakukan pencarian. Sejak pagi hingga jelang sore, berputar di sekitar lokasi kejadian tabrakan antara KM Tarawani Baru dengan tongkang bermuatan kosong yang ditarik tugboat Biak VI.

“Memang tidak mudah melakukan pencarian korban tenggelam di lautan yang seluas ini. Jangankan orangnya, bangkai kapalnya saja kita belum bisa memprediksikan keberadaannya. Di sisi lain, kedalaman laut di lokasi kejadian mencapai 329 meter. Dua penyelam yang kita ikutkan dalam misi kemanusiaan ini juga tidak dapat dimaksimalkan. Karena kedalaman yang melampaui batas kemampuan,” ungkap Komandan Lanal Sangatta, Letkol Laut (P) Mulyan Budiarta. (sar)

Penulis: tribunkaltim
Editor: Martinus Wikan
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help