Pilgub Kaltim 2018

Peringatan buat Paslon, Hetifah: Kampanye Ajang Adu Gagasan, bukan Pemecah Belah

Anggota Komisi II DPR RI meminta kampanye dilaksanakan sebagai ajang adu gagasan bukan pemecah belah masyarakat.

Peringatan buat Paslon, Hetifah: Kampanye Ajang Adu Gagasan, bukan Pemecah Belah
TRIBUN KALTIM / MUHAMMAD FACHRI RAMADHANI
Para tokoh agama dan masyarakat Balikpapan mendeklarasikan pernyataan sikap mereka pada gelaran Pilgub Kaltim 2018. Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan doa bersama yang digelar di halaman Mapolres Balikpapan, Kamis (15/2/2018). 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 telah memasuki masa kampanye. Anggota Komisi II DPR RI meminta kampanye dilaksanakan sebagai ajang adu gagasan bukan pemecah belah masyarakat. Menurut Hetifah, semangat kampanye adalah untuk pendidikan politik kepada masyarakat.

"Kalau kita melihat di UU Pilkada, materi kampanye harus mengutarakan visi dan misi yang disusun dalam rangka membangun daerah. Ini ajang adu gagasan. Jadi kampanye bukan sekedar berkumpul di lapangan atau bahkan saling menghujat dan memfitnah," jelasnya.

Menurut Hetifah, kampanye sangat penting karena pemilih dapat mengetahui informasi para pasangan calon.

Baca: Masa Kampanye Pilkada Dimulai, Ini Pesan Politisi DPR RI kepada Calon Petahana

Prinsipnya sangat penting berkampanye karena itu juga adalah hak masyarakat untuk mengetahui siapa calon-calon pemimpinnya, prestasi dan rekam jejak lainnya. Supaya tidak salah pilih. Oleh sebab itu kampanye harus informatif dan edukatif.

Hetifah juga menjelaskan bahwa salah satu larangan dalam kampanye adalah menghina seseorang, suku, agama, ras, dan antargolongan atau SARA. Oleh sebab itu politisi Partai Golkar tersebut meminta seluruh pasangan calon dan tim suksesnya untuk tidak menggunakan isu-isu SARA yang meresahkan.

"Aturannya sudah jelas. Diantara larangan dalam kampanye adalah menghina seseorang, agama, suku, ras, golongan, pasangan calon. Dalam kampanye juga dilarang menghasut, memfitnah, mengadu domba partai politik, perseorangan, dan/atau kelompok masyarakat. Berkampanyelah seluas-luasnya namun jangan lupa ada beberapa prinsip yang tidak boleh dilanggar," lanjut Hetifah.

Baca: Memasuki Masa Kampanye, Hetifah Ajak Paslon Tidak Pasang Algaka Sembarangan

Untuk diketahui, masa kampanye ini akan berlangsung sejak 15 Februari hingga 24 Juni 2018. Hetifah berharap kampanye dan Pilkada 2018 ini berjalan lancar. (*)

Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help