Tidak Sanggup Tebus Biaya Rumah Sakit Rp 11 Juta, Ibunda Kesya Butuh Pertolongan

Biaya Rp 11 juta merupakan biaya perawatan dan obat sejak bayi Kesya dirawat pada tanggal 25 Januari sampai 12 Februari.

Tidak Sanggup Tebus Biaya Rumah Sakit Rp 11 Juta,  Ibunda Kesya Butuh Pertolongan
TRIBUN KALTIM / MUHAMMAD ARFAN
Bayi Kesya, penderita gizi buruk dirawat di RSUD Soemarno Sosroatmodjo, Bulungan, Kalimantan Utara, Kamis (15/2/2018). 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Mira (25), ibu balita penderita gizi buruk bernama Kesya (1) yang dirawat di RSUD Soemarno Sosroatmodjo Bulungan, Kalimantan Utara terlihat sabar menemani sang buah hatinya di kamar Jerry, ruang Flamboyan.

Sesekali ia terlihat mengusap kepala anaknya sambil menimangnya. Ketika erangan tangis bayi Kesya memecah kesunyian ruang Jerry, sang ibu spontan menyusuinya sehingga si bayi terdiam.

Walau kondisi anak bungsunya sudah sedikit membaik, Mira belum bisa bernafas lega. Ia masih "tersangka" biaya pengobatan Kesya sebanyak Rp 11 juta.

Bagi keluarga Mira, uang sebanyak itu sangat sulit ditebus. Sebab penghasilan keluarga ini, hanya dari suaminya bernama Faisal (30) yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh perusahaan kelapa sawit.

Mira dan Faisal bermukim Mangkupadi, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan. Keduanya belum tercatat sebagai warga Bulungan karena belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) maupun Kartu Keluarga (KK). Sudah 3 tahun lebih pasangan suami-istri ini hijrah dari Kendari, Sulawesi Tenggara ke Bulungan, Kalimantan Utara.

"Sekarang KTP sama KK sedang diurus suami saya," kata Mira kepada Tribun, Kamis (15/2/2018) di kamar Jerry, Ruang Flamboyan, RSUD Soemarno Sosroatmodjo Bulungan.

Biaya Rp 11 juta yang harus dibayar itu, baru bisa ditebus Mira sebanyak Rp 700 ribu. "Sisanya, suami saya juga sedang usahakan mencari," katanya dengan suara rendah.

Biaya Rp 11 juta merupakan biaya perawatan dan obat sejak bayi Kesya dirawat pada tanggal 25 Januari sampai 12 Februari. Sedangkan biaya pengobatan dan rawat inap sejak tanggal 13 Februari sampai sekarang ditanggung oleh Dinas Sosial Bulungan pasca mengeluarkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).

Sampai kemarin (15/2/2018) Kesya masih dirawat di ruang Flamboyan, dokter masih berupaya meningkatkan berat badannya menjadi normal, 9 kilogram. Berat badan Kesya saat ini sudah 6,25 kilogram. Dibandingkan pertama masuk rumah sakit, beratnya hanya mencapai 5,9 kilogram. (*)

Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help