3.000 Kali Tembakan ESWL untuk Hancurkan Batu Ginjal

Rumah Sakit Bedah Surabaya (RSBS) menyiapkan alat yang mampu untuk menghancurkan batu ginjal disebut Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL).

3.000 Kali Tembakan ESWL untuk Hancurkan Batu Ginjal
istimewa
Dokter Bobby Hery Yudhanto, SpU sedang melakukan terapi ESWL di Rumah Sakit Bedah Surabaya (RSBS), untuk menghancurkan batu ginjal seorang pasien. 

JOKO (45) warga  di Surabaya Timur merasakan sakit hebat di bagian pinggang yang tembus sampai ke bagian perut depan. Saking sakitnya dia sampai terguling-guling di atas tempat tidur.  Dia pun  segera  ke Rumah Sakit Bedah Surabaya (RSBS) dan berkonsultasi dengan dr. Bobby Hery Yudhanto, SpU.

Setelah dilakukan pemeriksaan mengetahui di ureter yaitu saluran dari ginjal menujui kandung kemih terdapat batu sebesar 5 mm.  “Sakit  itu muncul karena batu yang ada di ureter ini menyumbat air seni yang akan turun ke kandung kemih,” kata Bobby.

Begitu dipastikan ada batu ginjal saat itu juga dia dibawa ke ruang terapi dengan menggunakan teknologi Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL) yang dimiliki oleh RSBS. Prosesnya cukup cepat, begitu masuk ruangan Joko diminta tidur terlentang di atas tempat tidur yang menjadi bagian dari instrumen ESWL termasuk persis di bagian pinggang tepat bersebelahan dengan ginjal yang bermasalah menempel karet sejenis balon yang fungsinya menembakkan gelombang kejut sebanyak 3000 kali selama satu jam penuh.  

dr. Bobby Hery Yudhanto, SpU
dr. Bobby Hery Yudhanto, SpU (istimewa)

Baca: Waspada, Menurut Penelitian Minum Es Teh Bisa Bikin Kena Batu Ginjal

Baca: Setelah Dikunjungi Trump, Netanyahu Jalani Operasi Batu Ginjal

Baca: Ini Enam Pola Makan yang Memicu Batu Ginjal

“Setelah sekitar 3000 tembakan terlihat batu tersebut pecah menjadi butiran kecil-kecil dan akhirnya batu tersebut keluar bersama urine,” papar dr. Bobby yang menjelaskan butiran batu bisa langsung keluar tetapi bisa juga beberapa hari kemudian.  

TIDAK PERLU BIUS

            Penggunaan ESWL sendiri menurut Bobby cukup sederhana. Tidak seperti pasien yang hendak operasi harus puasa serta dilakukan pembiusan kecuali pasien merasa takut atau anak kecil. “Tidak perlu bius karena ketika diterapi tidak sakit kecuali hanya perut terasa sedikit mules,” paparnya.

            Dokter alumnus Universitas Airlangga tersebut menjelaskan bahwa ESWL adalah singkatan dari Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy yang artinya alat dari luar tubuh yang menghasilkan gelombang kejut yang berfungsi untuk pemecah batu. 

Halaman
123
Penulis: Priyo Suwarno
Editor: Priyo Suwarno
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved