Jumlah PHK Berkurang, Banyak Perusahaan yang Serap Tenaga Kerja?

Mayoritas adalah perusahaan tambang batubara, yang saat itu, harga komuditas batubara dunia tengah anjlok.

Jumlah PHK Berkurang, Banyak Perusahaan yang Serap Tenaga Kerja?
Tribun Kaltim/Geafry Necolsen
Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, sektor pekerjaan yang paling banyak diminati pencari kerja, masih didominasi sektor pertambangan batu bara dan perkebunan kelapa sawit. 

TRIBUNKALTIM.CO – Pada tahun 2014 hingga 2016 lalu, banyak perusahaan yang melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), dengan dalih efisiensi.

Ada pula perusahaan yang melakukan PHK lantaran gulung tikar. Mayoritas adalah perusahaan tambang batubara, yang saat itu, harga komuditas batubara dunia tengah anjlok.

Akibatnya, sebanyak 2.171 orang harus menerima PHK pada tahun 2014. Gelombang PJK Msih berlanjut hingga tahun 2015, saat itu 1.676 buruh di PHK. Menyusul kemudian di tahun 2016, sebanyak 1.643 orang di PHK.

Baca: Disebut Curi Medali Milik Bambang Pamungkas, Pria Ini Langsung Beri Klarifikasi

“PHK terbanyak di sektor tambang batubara, karena saat itu banyak perusahaan yang tutup, karena harga batubara yang rendah dibanding biaya produksinya,” kata Kepala Seksi Hubungan Industrial (HI), Disnakertrans Berau, Sony Perianda, Rabu (21/2/2018).

Di tahun 2017, kata Sony, jumlah PHK cenderung menurun. Catatan Disnakertrans Berau, pada tahun 2017 lalu, ada 248 orang yang di-PHK oleh sejumlah perusahaan karena alasan kedisiplinan karyawan.

“Ada juga yang karena masa kontrak kerja yang sudah habis, rasionalisasi, prestasi kerja, pelanggaran dan sebagainya,” jelasnya.

Baca: Terus Jadi Korban Pencurian, Jasa Ekspedisi di Samarinda Pasang Alat Canggih di Barangnya

Sementara di tahun 2018 ini, Sony memperkirakan, dunia kerja akan lebih terbuka untuk menyerap kembali tenaga kerja yang sebelumnya di-PHK.

“Karena sekarang harga batubara sudah mulai naik, dan banyak perusahaan yang melakukan pendidikan dan pelatihan untuk fresh graduate, magang dan juga rekrutmen pegawai,” ungkapnya.

Apalagi menurutnya, mayoritas perusahaan tambang batubara lebih membutuhkan tenaga kerja yang terampil. “Seperti operator alat berat, mereka mencari yang jam kerjanya lebih tinggi, karena lebih berisiko kalau mempekerjakan operator baru,” paparnya.

Baca: Terus Jadi Korban Pencurian, Jasa Ekspedisi di Samarinda Pasang Alat Canggih di Barangnya

Soal perselisihan antara karyawan dan perusahaan, Sony menyarankan, agar para pekerja yang di-PHK namun dirasa tanpa alasan yang jelas, atau tidak sesuai dengan perjanjian kerja, dapat mengajukan permohonan mediasi ke Disnakertrans, untuk mempertanyakan dasar perusahaan memberhentikan karyawan.

“Memang banyak pegawai yang di-PHK tidak melapor. Apalagi kalau pekerja itu sudah mendapat kerja di tempat yang lain. Tetapi sebaiknya melapor, sehingga data tenaga kerja dan juga pencari kerja, bisa lebih akurat,” ujarnya.

Termasuk bagi para pemegang kartu kuning, atau pencari kerja, diharapkan segera melapor ke Disnakertrans. 

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help