Segini Kebutuhan Listrik di Kaltara Untuk 2037

Kebutuhan listrik areal budi daya tambak merupakan kebutuhan terbesar kedua setelah KIPI Tanah Kuning

Segini Kebutuhan Listrik di Kaltara Untuk 2037
Tribun Kaltim/M Arfan
Plang pemberitahuan pekerjaan jaringan listrik di Desa Gunung Seriang Kecamatan Tanjung Selor beberapa waktu lalu 

Laporan wartawan TribunKaltim.co, Muhammad Arfan

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Kalimantan Utara menargetkan diri sebagai salah satu provinsi di Tanah Air yang memiliki daya listrik super besar dari pembangunan dan investasi yang akan berjalan.

Berdasarkan Rencana Umum Kelistrikan Daerah (RUKD) yang sedang disusun, kebutuhan listrik Kalimantan Utara pada tahun 2037 mencapai 11.970 Mega Watt (MW). Asumsi kebutuhan listrik per tahunnya sebanyak 4.782 Giga Watt Hour (GWH).

Kemudian disumsikan pada tahun 2037, sebanyak 1.495.550 rumah tangga berlistrik.

Baca: Akhirnya Terungkap! 15 Fakta Kronologis Pembuatan Video Bu Dendy Sawer Pelakor, Video Ada Dua Versi

Kepala Bidang Kelistrikan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yusua Batara Payangan menjelaskan asumsi kebutuhan listrik tersebut merupakan pijakan dalam rangka membangun sumber energi listrik di Kalimantan Utara. Pembangunan sumber pembangkit listrik akan terarah dan terencana dengan baik.

"RUKD ini akan ditetapkan melalui Peraturan Gubernuran. Sekarang masih dalam bentuk draft. Mudah-mudahan bulan April sudah ditetapkan," kata Yosua saat disua Tribun, Rabu (21/2/2018).

Kebutuhan daya listrik itu juga menggunakan variabel konsumsi listrik sejumlah mega proyek seperti Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning. Proyek nasional ini akan menghabiskan 1.500 MW pada tahun 2023 dengan rata-rata kebutuhan listrik per tahunnya mencapai 13.140 GWH.

"Tahun 2037 kebutuhannya tumbuh lagi sampai 1.840 MW. Rata-rata per tahunnya 16.118 GWH. Lalu kebutuhan per hektare 0,2 MW," katanya.

Baca: Viral Bu Dendy Hujani Pelakor dengan Uang, Kini Muncul Video Parodi yang Lebih Nyeleneh, Lucu Abis!

Kebutuhan listrik areal budi daya tambak merupakan kebutuhan terbesar kedua setelah KIPI Tanah Kuning. Tercatat dalam draft RUKD, kebutuhan listrik 149.000 hektare areal budi daya tambak butuh listrik sebanyak 100 Kilo Watt (KW) per hektare. Rata-rata setiap tahunnya butuh eneri listrik sebanyak 13.054 GWH.

Variabel lainnya adalah Kota Baru Mandiri Tanjung Selor. Proyek Kalimantan Utara sharing kerjasama Bappenas ini mencapai 99,81 MW pada tahun 2023. Lalu pusat pemerintahan di Tanjung Selor membutuhkan 18,22 MW. Kemudian Sebatik yang dicanangkan menjadi kota otonom proyeksi kebutuhan listriknya mencapai 5,1 MW tahun 2023.

Baca: Parah, Lubang Besar Bekas Galian Tambang Menganga di Tengah Pemakaman Warga Samarinda

"Melihat perkembangan daerah dan rencana pembangunan ke depan, kebutuhan listrik ini cukup realistis. Hal ini juga sudah kit koordinasikan dengan Kementerian ESDM dan Dewan Energi Nasional," katanya.

Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help