Cempaka Putih Sokong Atlet Kaltim Maju di PON

Cempaka Putih merupakan salah satu perguruan silat yang sudah mulai ada sejak 1974.

Cempaka Putih Sokong Atlet Kaltim Maju di PON
istimewa
Ketua Wilayah Cempaka Putih, H. Sukirwanto, saat memberikan piala bergilir CP CUP ke IV kepada pemenang. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Belum banyaknya atlet pencak silat Kaltim yang berhasil menembus tingkat nasional, melalui PON, membuat perguruan Cempaka Putih Wilayah Kaltim ikut ambil bagian mendorong majunya atlet Kaltim dalam pentas olahraga taraf nasional tersebut.

Hal ini disampaikan Suparno, Sekretaris Wilayah Cempaka Putih Kaltim, Kamis (22/2).2018.

Cempaka Putih merupakan salah satu perguruan silat yang sudah mulai ada sejak 1974. Di Kaltim sendiri, Cempaka Putih mulai booming sejak tahun 2000an.

Baca: Piala Gubernur Kaltim Berpotensi Ditumpangi Kepentingan Kampanye

 “Selama ini atlet dari kami (Cempaka Putih), baru sampai dan bisa masuk di tingkat dan Porprov. Tentu kami berharap, ada siswa, atau purwa kami yang bisa menembus hingga ke nasional, melalui PON, sehingga ikut membawa nama baik Perguruan Cempaka Putih,” ucap Suparno. 

 Salah satu agenda peningkatan kapasitas atlet tersebut, dilakukan dengan melaksanakan Cempaka Putih (CP) CUP yang melibatkan 8 cabang Cempaka Putih yang ada di Kaltim.

“Kemarin, CP CUP kami gelar ke empat kalinya. Dipusatkan di Pondok Pesantren Terpadu Subulussalam, Samarinda. Ada 8 cabang Cempaka Putih yang ikut. Mulai dari Balikpapan, PPU, Kubar, Kutim, Kukar, Bontang, dan Samarinda. CP Cup digelar dua hari sejak 17 sampai 18 Februari dengan memperebutkan 64 medali emas, perak dan perunggu. Total, ada 117 siswa kami yang bertanding,” ucapnya.

 Baca: Selama Piala Gubernur Kaltim Persiba Keluar dari Mes Pemain

Tak sekedar dilakukan kompetisi, beberaga regulasi juga diberikan, dengan lebih banyak menyokong kalangan remaja dalam pengembangan kemampuan silat mereka. Misalnya, dalam kategori tanding, lebih banyak diberikan untuk remaja, mulai dari pra remaja Kelas A untuk ukuran 30-33 kg, kelas B untuk ukuran 33-36 kg, hingga yang paling tinggi adalah kelas E, 55-59 kg.

 “Target kami memang pembinaan usia remaja. Masa depan mereka ini masih panjang, yang jika dibina dengan baik, bisa menelurkan atlet-atlet pencak silat yang benar-benar lahir dan besar di Kaltim.

Selain bertanding, ada pula kategori seni yang dilombakan. Kalau nomor seni, kategorinya dilakukan dengan cara menunjukkan jurus-jurus silat yang sudah mereka kuasai. Sementara untuk nomor tanding, kan dia (siswa) itu satu lawan satu,” ucapnya.

 Lebih lanjut, dilakukannya pembinaan sejak usai remaja tersebut, juga disimbolkan dengan dilantiknya warga Purwa Cempaka Putih Kaltim tepat di waktu bersamaan.

 “Warga Purwa ini merupakan tingkatan lanjutan setelah sebelumnya menjadi siswa Cempaka Putih. Total, ada 378 siswa dari 8 cabang yang kami lantik menjadi Purwa. Pelantikan ini kami harap tidak hanya sekeda menjadi simbolis saja, tetapi juga menjadi beban yang harus dipikul para Purwa Cempaka Putih, agar bisa terus berlatih setelah kembali ke daerah masing-masing,” ucap Ketua Wilayah Pencak SIlat Cempaka Putih, H. Sukirwanto.

 Ke depan, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan IPSI (Ikatan Pencak SIlat Indonesia) Kaltim dalam upaya menelurkan atlet-atlet pencak silat yang lahir dan dibesarkan di bumi etam.

“Kesempatan itu harus diciptakan juga. Kami sebagai wadah supporting IPSI, tentu sangat ingin ada siswa/ purwa kami yang bisa menembus PON,” ucap H. Sukirwanto.

Penulis: Anjas Pratama
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help