Pilkada Tarakan

Suami Jadi Calon di Pilkada Tarakan, 2 Wanita yang Juga ASN Ini Sikap Berbeda soal Dampingi Suami

Setiap pendamping paslon yang mengikuti pilkada dengan status Aparatur Sipil Negara (ASN) wajib mengambil cuti di luar tanggungan negara.

Suami Jadi Calon di Pilkada Tarakan, 2 Wanita yang Juga ASN Ini Sikap Berbeda soal Dampingi Suami
tribunkaltim.co/junisah
Siti Rujiah (kiri) hadir mendampingi Khairul sang suami saat menghadiri penetapan paslon yang dilaksanakan KPU Kota Tarakan beberapa waktu lalu di Gedung Graha Pemuda Kampung Empat beberapa waktu lalu. 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Dalam surat edaran yang telah dikeluarkan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) menyatakan, setiap pendamping pasangan calon (paslon)  yang mengikuti pilkada dengan status Aparatur Sipil Negara (ASN) wajib mengambil cuti di luar tanggungan negara.

Artinya selama cuti ASN bersangkutan tidak menerima haknya salah satunya gaji.

Di Kota Tarakan ada dua ASN yang merupakan pendamping paslon, yakni  Siti Rujia,h istri bekerja di Dinas Kesehatan Kota Tarakan, merupakan istri Khairul yang maju menjadi calon walikota Tarakan dengan nomor urut dua.

Baca: Pembukaan Piala Gubernur Kaltim Jilid II, Penonton Mulai Serbu Pintu Loket Stadion Palaran

Baca: Ini Kronologi Nusyirwan Pingsan, Pasangannya Cagub Sofyan Hasdam yang Dokter Sempat Turun Tangan

Dan Arinda Susanti bekerja sebagai Kepala SMAN 1 Tarakan, yang merupakan istri dari Mahruddin Mado yang maju sebagai calon wakil walikota Tarakan dengan nomor urut satu.   

Dari dua ASN ini ternyata yang mengajukan cuti selama mengikuti suami kampanye hanya Siti Rujiah, istri Khairul.

Untuk Arinda Susanti telah menyatakan tidak mengikuti suami kampanye selama pilkada dan memilih tetap bekerja.

Baca: Bahaya, Jangan Pasang Stiker Seperti Ini di Mobil, Bisa Mengancam Keluarga Anda

Baca: Ikut Nonton Langsung Liga Dangdut, Plt Walikota Promosi Batik Tarakan pada Ramzy dan Irfan Hakim

Hal ini diperkuat Arinda Susanti dengan memberikan surat pernyataan langsung kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tarakan.

Terkait keikutsertannya memilih cuti kampanye  mendampingi suami, Siti Rujiah mengatakan, bahwa permasalahan cutinya sudah dibahas bersama suaminya.

Keputusannya mengambil cuti didukung sepenuhnya oleh sang suami

Baca: Tak Ingin Elpiji 3 Kg Langka, Diskukmperindag Janji Bakal Lakukan Ini Sepanjang Tahun

Baca: Rumah Tangga Roby Geisha Terancam Kandas, Gitaris Ini Gugat Cerai Istrinya Ratu Nansya

“Alasan saya cuti ini,  karena saya berpikir kapan lagi mengabdikan diri saya kepada suami.

Menurut saya moment-moment seperti inilah saya berkewajiban membantu suami dengan menghadiri setiap kampanye yang dilakukan suami.

Meskipun saya tidak berkampanye karena status saya sebagai ASN, tapi setidaknya dengan hadir di kampanye suami itu tentunya memberikan motivasi bagi suami saya,” ujar wanita berkulit putih ini sambil tersenyum.

Baca: Sebulan Balita Fadil Belum Ditemukan, Dugaan Tenggelam di Sungai Kenyamukan Sirna, Keluarga Pasrah

Baca: Tahun Ini, Dinas Kesehatan PPU Bangun 2 Puskesmas Lagi, di Gunung Intan dan Gersik

Wanita yang akrab disapa Rujiah mengungkapkan, bahwa ia telah mengajukan cuti mulai 27 Desember 2017.

Hanya saja waktu itu tempatnya bekerja di Dinas Kesehatan Kota Tarakan masih bingung untuk memberikan cuti bagi Siti Rujiah.

Pasalnya waktu mengajukan cuti belum ada penetapan suaminya sebagai calon walikota Tarakan.

Baca: Kocak, Maia Estianty Unggah Video Parodi Pelakor Bu Dendy, Aming: Belum Bisa Move On?

Baca: Sering Diterpa Isu tak Sedap, Mulan Jameela Pamerkan Kemesraan Ahmad Dhani dan Anak di Rumah

“Setelah suami saya ditetapkan sebagai calon walikota Tarakan baru saya serahkan surat cuti saya. Saya mengambil cuti di luar tanggungan negara selama setahun.

Artinya selama satu tahun saya tidak lagi mendapatkan hak-hak saya sebagai ASN,” ujarnya yang sembilan tahun lagi pensiun menjadi ASN.

Rujiah mengaku, sebagai ASN ia telah mengetahui aturan yang telah ditetapan MenPANRB.

Baca: Berhasil Rebut Gelar Miss Indonesia 2018, Alya Nurshabrina Sempat Jatuh di Panggung Babak 5 Besar

Baca: Minat Dokter PTT di PPU Rendah, dari 12 Dokter yang Dibutuhkan, Hanya 3 Orang yang Daftar

Bahwa selama kampanye ia hanya hadir mendampingi suami dan tidak boleh ikut-ikutan memberikan dukungan maupun menggunakan atribut paslon.

“Karena saya seorang ASN, mulai saat ini saya memilih tidak foto bersama suami selama hadir di dalam kampanye suami saya,”ucapnya.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Kota Tarakan, Budi Prayitno mengatakan, bahwa saat ini surat pengajuan cuti Siti Rujiah masih dalam proses Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Masih dalam proses BKN, kalau surat cutinya tersebut sudah keluar akan kita berikan,” katanya. (*)

Yuk subscribe official YouTube Channel Tribun Kaltim, klik di sini

 

 

Penulis: Junisah
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved