Bantuan Kementerian Kerap Disamaratakan, Kadis: Rp 50 Juta hanya Cukup Dua Desa

Melihat geografis Malinau yang merupakan salah satu daerah pedalaman dan perbatasan di Indonesia, membuat seluruh biaya di Malinau mahal.

Bantuan Kementerian Kerap Disamaratakan, Kadis: Rp 50 Juta hanya Cukup Dua Desa
TRIBUN KALTIM/MUHAMMAD ARFAN
ILUSTRASI - Penampakan jalan nasional yang menghubungkan Bulungan dengan Tana Tidung, Malinau, hingga ke Nunukan. 

MALINAU, TRIBUN - Melihat geografis Malinau yang merupakan salah satu daerah pedalaman dan perbatasan di Indonesia, membuat seluruh biaya di Malinau mahal.

Namun, bantuan untuk Malinau kerap disamaratakan dengan daerah perkotaan di seluruh Indonesia. Seperti, untuk bantuan melaksanakan program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL).

Diungkapkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP), Giram Barshobedie menyatakan, tahun 2018 ini pihaknya mendapatkan bantuan hanya sebesar Rp 50 juta dari Kementrian Pertanian melalui Badan Ketahanan Pangan RI untuk menjalankan program KRPL. Tentunya, disampaikan Giram, bantuan ini sunggu sangat minim.

"Kecil sekali bantuannya. Hanya Rp 50 juta. Itupun, nantinya hanya dua desa yang akan bina untuk menjalankan KRPL ini. Tidak bisa kita melebihi dua desa, karena dana yang diberikan sedikit. Untuk dua desa ini pun kita lihat benar-benar untuk kecukupannya. Jangan sampai, nanti kekurangan," ujarnya.

Adapun dua desa yang dimaksudkan, Goram menyebutkan, telah menetapkan dua desa di Kecamatan Malinau Utara dan Malinau Barat. Sebenarnya, dibeberkan Giram, program ini telah dilaksanakan olehnya sejak tahun 2017 silam. Hanya saja, karena kekurangan dana untuk menjalankannya terpkasa program ini sempat dihentikan.

"Kita awali program ini saat pelaksanaan Bulan Bakti RT Bersih tahun lalu. Tapi, keterbatasan pendanaan membuat kita tidak bsa melanjutkannya. Terlebih, pada instansi kami tidak ada anggaran untuk menjalankan kegiatan itu. Jadi, tahun lalu itu bisa dikatakan hanya peluncuran saja," tandasnya.

Mengharap dana lebih, tahun 2018 ini Giram menyampaikan, mengupayakan maksimal dengan dana yang ada. Beruntung, disampaikan olehnya, desa-desa penerima program ini telah ditentukan dan sudah pernah ada persiapan. Sehingga, Giram mengatakan, pihaknya hanya akan melanjutkan program yang tertunda tahun lalu.

"Perlu saya jelaskan, KRPL ini merupakan sistem pemanfaatan pekarangan rumah untuk menjadi lokasi penanaman. Ya mulai dari sayur-sayuran, buah-buahan sampai pada tanaman pangan. Nah, sudah pernah kita coba terapkan tahun lalu. Memang tidak maksimal. Tapi tahun ini kita coba maksimalkan. Harapannya, ketika dinilai dananya sedikit masyarakat bisa memakluminya," tuturnya.

Melihat pentingnya program ini dijalankan di Malinau, Giram mengharapkan, agar pemerintah pusat dapat memberikan bantuan lebih dalam mensukseskan program ini. Mengigat, potensi besar Malinau dalam menjalankan KRPL. Terlebih, program ini sangat berkaitan erat dengan program RT Bersih dan Beras Daerah (Rasda). "Semoga saja tahun depan bisa lebih besar lagi dana yang diberikan," paparnya. (ink)

Penulis: tribunkaltim
Editor: Adhinata Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help