Kalsel, Kaltim, Kaltara Interkoneksi 2019, Maret Ground Breaking SUTT Sisi Kaltara

Kami sudah bertemu salah satunya dengan perusahaan PT Adindo. Pada dasarnya mereka sudah sepakat dibangun tower

Kalsel, Kaltim, Kaltara Interkoneksi 2019, Maret Ground Breaking SUTT Sisi Kaltara
TRIBUN KALTIM/MUHAMMAD ARFAN
Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) milik PT Sumber Alam Sekurau di Desa Apung, Tanjung Selor diabadikan beberapa waktu lalu. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - PT PLN Persero mengklaim akan mulai ground breaking pembangunan tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) sisi Tanjung Redeb-Tanjung Selor pertengahan bulan Maret 2018.

Sisi jaringan interkoneksi antar dua daerah beda provinsi itu akan berdiri 213 tower SUTT. Khusus sisi Tanjung Selor (Bulungan) 100 unit. Sisanya di sisi Tanjung Redeb (Berau).

Fatah Wibisono Manager Hukum, Komunikasi, dan Pertanahan PT PLN Persero Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur mengungkapkan, 40 titik tower di Bulungan masih berkutat pada pembebasan lahan. Lain dengan 60 titik lainnya, sudah siap didirikan tower SUTT.

"Satu tapak tower itu butuh lahan seluas 14x14 meter. Jarak antar tower 300 sampai 350 meter. Masih ada 40 titik yang sedang proses pembebasan lahan," kata Fatah kepada Tribun, Selasa (27/2/2018) di Kantor Gubernur Kalimantan Utara.

Setelah proses itu rampung, kemudian dilanjutkan jaringan interkoneksi dari Tanjung Selor menunu Sekatak, Tideng Pale (Tana Tidung), dan Malinau. Fatah menyatakan, jaringan Tanjung Redeb-Tanjung Selor sudah bisa dioperasikan tahun 2019 mendatang.

Terkhusus titik pembangunan tower yang belum tuntas penyediaan lahannya, Fatah mengklaim sudah bertemu dengan beberapa perusahaan pemegang Hak Guna Usaha (HGU). PT PLN Persero akan melengkapi administrasi berupa Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) sebelum mendirikan tower di lahan HGU perusahaan.

"Kami sudah bertemu salah satunya dengan perusahaan PT Adindo. Pada dasarnya mereka sudah sepakat dibangun tower di atas areal HGU-nya. Karena ini kan tanah negara juga," katanya.

Jaringan interkoneksi di Kalimantan Utara nanti akan disambungkan dengan interkoneksi di Kalimantan Timur. Saat ini juga Kalimantan Selatan sudah interkoneksi dengan jaringan Kalimantan Timur.

"Untuk di Kalimantan Timur interkoneksi kita sudah sampai Sangatta. Nanti dari Sangatta ke Wahau, kemudian ke Tanjung Redeb. Setelah itu kita harapkan 2019, 3 provinsi sudah interkoneksi," ujarnya.

Jaringan interkoneksi tiga provinsi ini akan disuplai daya listrik dari berbagai pembangkit yang sudah ada dan yang akan dibangun. Khusus di Kalimantan Utara bakal ada Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Besahan Tahap I berkapasitas 900 MW.

Lalu PLTU Malinau 2 x 3 MW (2018), PLTMG Nunukan II 10 MW (2018), PLTMG Sei Menggaris 2 x 20 MW(2020-2021), PLTMG Gunung Belah 2 x 18 MW (2019), PLTMG Tarakan 40 MW (2020), PLTU Tanjung Selor 2 x 7 MW (2018), dan PLTMG Tanjung Selor 15 MW (2018).

"Potensinya di sini besar. Itu belum mencakup PLTA-PLTA yang ada. Kalau kita bicara interkoneksi, kita tidak bicara Kalimantan Utara berapa, tetapi akan saling mengisi. Di mana kebutuhan di situ akan listrik mengalir," katanya.

Untuk interkoneksi ke Tarakan akan dihubungkan dengan kabel bawah laut dan kabel overhead. PT PLN Persero mengklaim sisi jaringan transmisi ke Pulau Tarakan itu sedang dalam tahap survei. (*)

Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved