Kaltim-Kaltara Bisa Saling Suplai Listrik Jaringan Interkoneksi SUTT 150 KV sedang Dibangun

Di Kaltara, Pembangkit Listrik Tenaga Air Besahan Tahap I di Bulungan saja bisa menghasilkan daya sebesar 900 Megawatt

Kaltim-Kaltara Bisa Saling Suplai Listrik Jaringan Interkoneksi SUTT 150 KV sedang Dibangun
TRIBUN KALTIM/MUHAMMAD ARFAN
Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) milik PT Sumber Alam Sekurau di Desa Apung, Tanjung Selor diabadikan beberapa waktu lalu. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Provinsi Kalimantan Utara kemungkinan bisa menyuplai listrik ke Kalimantan Timur jika jaringan transmisi interkoneksi kelistrikan yang melintasi dua provinsi ini selesai dibangun PT PLN Persero. Apalagi jika daya listrik yang tersedia di Kalimantan Utara terbilang surplus.

Sebaliknya jika Kalimantan Timur surplus daya listrik, jaringan interkoneksi yang dibangun PLN Persero punya peran vital untuk menyuplai listrik ke Kalimantan Utara.

Yosua Batara Payangan Kepala Bidang Kelistrikan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral menjelaskan, peluang dua daerah surplus listrik sangat terbuka mengingat banyaknya rencana pembangunan pembangkit masing-masing daerah.

Di Kalimantan Utara, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Besahan Tahap I di Bulungan saja bisa menghasilkan daya sebesar 900 Megawatt (MW). Belum termasuk pembangkit lain yang dicanangkan dibangun baik Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH), maupun Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG).

"Ketika jaringan interkoneksi terbangun semua, sistem penyediaan tenaga listrik akan disesuaikan dengan ketersediaan daya masing-masing pembangkit. Misalnya ketika PLTA Sungai Kayan Tahap I 900 MW selesai, umpamanya untuk melayani Kalimantan Utara saja sudah cukup, tentu bisa disuplai ke Kalimantan Timur," sebut Yosua kepada Tribun, Selasa.(27/2/2018).

Sebaliknya Kalimantan Timur bisa menyuplai listrik ke Kalimantan Utara ketika kebutuhan listrik provinsi bungsu ini desifit. "Kalau kawasan industri terbangun dan kebutuhan cenderung besar, listrik bisa disuplai dari Kalimantan Timur karena ada jaringan interkoneksi," katanya.

Yosua menyimpulkan, jaringan interkoneksi berupa Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) yang mulai didirikan PT PLN Persero akan memberi manfaat besar bagi penyediaan energi listrik di dua provinsi.

PT PLN Persero sedang menggarap pendirian jaringan transmisi SUTT 150 Kilo Volt (Kv) mulai Tanjung Redeb (Berau) ke Tanjung Selor (Bulungan), berlanjut ke Tideng Pale (Tana Tidung), Malinau, dan Tarakan.

Di Bulungan akan berdiri sebanyak 100 tower SUTT. Dari 100 titik tower yang direncanakan 60 persennya sudah siap kontruksi karena lahannya sudah tersedia.

"Jadi 40 titik belum clear. Ini yang diminta Plh Sekprov agar dalam waktu dekat harus ada pertemuan pada tingkat kabupaten, mencari jalan keluar soal lahan SUTT," katanya.

Gardu induk SUTT sedang dikonstruksi di tiga daerah, masing-masing di Tanjung Selor, Tideng Pale, dan Malinau. Pendirian SUTT ditargetkan PT PLN Persero tuntas akhir 2019.

"Progres konstruksi gardunya masing-masing sudah 50 persen. Untuk jaringan transmisi Tanjung Redeb-Tanjung Selor progresnya sudah 70 persen," kata Yosua. (*)

Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved