Terpental Dua Kali, Tangan Kanan AH Putus; Dua Sopir Truk Diamankan Polisi

AH (19), pemuda yang belakangan diketahui asal Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon, tewas dengan kondisi mengenaskan.

Terpental Dua Kali, Tangan Kanan AH Putus; Dua Sopir Truk Diamankan Polisi
Ilustrasi 

Laporan Wartawan TribunKaltim.co, Margaret Sarita

 TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA – Kecelakaan kembali terjadi di jalan poros Sangatta-Bontang, Rabu (28/2) siang sekitar pukul 14.00 wita.

AH (19), pemuda yang belakangan diketahui asal Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon, tewas dengan kondisi mengenaskan.

Menggunakan pakaian kotak-kotak warna merah, korban yang kesehariannya berprofesi nelayan ini mengalami luka berat pada bagian kepala. Lengan kanan putus terpental dari badannya.

Peristiwa lakalantas ini diketahui masyarakat lewat media sosial hasil unggahan warga setempat.

Awalnya, postingan itu untuk mencari tahu identitas atau apakah ada warga Sangatta yang mengenali AH yang tewas di tempat pasca kecelakaan tersebut.

Ternyata, korban memang warga Kutim, asal Kecamatan Bengalon.

 Kapolres Kutai Timur, AKBP Teddy Ristiawan didampingi Kasatlantas AKP Eko Budiatno mengatakan kecelakaan terjadi di Jalan Poros Bontang-Sangatta Km 48, tepatnya di RT 12 Desa Teluk Pandan, Kutai Timur.

“Informasi yang kami himpun dari masyarakat, AH mengendari motor Mio KT 6658 DD melaju di sisi kanan jalan. Ia berusaha menyalip truk fuso KT 8924 KN di depannya. Namun, dari arah berlawanan, ada truk box Hino KT 8141 MW. Kendaraan AH bersenggolan dengan truk Hino di kanan jalan, dan terpental ke sisi kiri jalan membentur truk fuso, kemudian terpental lagi ke kanan jalan membentur tangki minyak truk Hino, ” ungkap Kasatlantas AKP Eko Budiatno.

Setelah dua kali terpental ke kiri dan ke kanan jalan, akhirnya AH tergeletak di jalan dengan berlumuran darah yang keluar dari bagian kepala. Lengan kanannya pun ikut terpental terpisah dari tubuhnya.

“Korban AH meninggal di tempat pasca kejadian tersebut dan oleh warga setempat dibawa ke RSU Bontang untuk penanganan,” kata Eko.

Dua pengendara truk, kata Eko, sudah diamankan di Satlantas Polres Kutim untuk dimintai keterangan lebih lanjut, terkait peristiwa kecelakaan lalu lintas yang merengut nyawa AH.

“Sampai saat ini, kedua sopir truk kita amankan untuk dimintai keterangan. Status keduanya masih sebagai saksi,” ujar Eko. (*)

Penulis: Margaret Sarita
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved