Sekkab Malinau Minta Wings Air Evaluasi Jam Terbang

Ada jutaan hektare hutan perawan ada di Malinau. Tentunya, hal itu membuat tingkat kelembapan di daerah Malinau itu sangat besar

Sekkab Malinau Minta Wings Air Evaluasi Jam Terbang
Tribun Kaltim/Jino Prayudi Kartono
Para penumpang Wings Air nomor penerbangan IW 1478 masuk ke dalam pesawat menuju Malinau 

TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU - Perkara cuaca buruk yang dihadapi pesawat Wings Air saat menuju Malinau dari Balikpapan menjadi perhatian khusus Sekda Malinau, Hendris Damus. Setelah melakukan penerbangan selama 3 jam di udara karena cuaca buruk, Hendris langsung menghubungi Kepala Bandara Malinau, Mustaji.

"Sesampainya di Balikpapan, setelah berangkat ke Malinau dan kembali lagi ke Balikpapan, saya langsung telepon kepala bandara. Saya meminta agar otoritas bandara dapat mengevaluasi jam terbang pesawat Wings Air di Malinau. Sebab, saat pagi biasanya di Malinau itu kabutnya sangat tebal. Mengapa demikian, karena Malinau ini Kabupaten Konservasi," tegasnya.

"Kaitannya apa? Ada jutaan hektare hutan perawan ada di Malinau. Tentunya, hal itu membuat tingkat kelembapan di daerah Malinau itu sangat besar. Itulah, yang membuat kabut di Malinau itu sangat tebal. Kita bisa lihat itu setiap pagi. Berbeda dengan pesawat kecil seperti Cassa atau Pilatus. Pilot bisa mencari celah untuk bisa mendarat di bandara. Kalau pesawat besar sangat susah. Maknya kita kembali ke Balikpapan lagi," lanjutnya.

Selain itu, Sekda menuturkan, jam penerbangan Wings Air tidak terkonek dengan penerbangan lainnya. Sehingga, penumpang tujuan Malinau dari luar Balikpapan kebanyakan harus menginap terlebih dahulu di Balikpapan. "Ya kalau bisa ya agak siang lagi berangkat dari Balikpapan. Kalau pagi sakali, selain masalah cuaca juga masalah konekting penerbangan dari luar Balikapapan agak sedikit sulit. Penumpang meski harus nginap semalam di Balikpapan baru besok paginya ke Malinau," jelasnya. (*)

Penulis: Purnomo Susanto
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved