Kesempatan Langka, Remaja Paser Menjalani Latihan Tenis Meja di Jerman

Arda yang baru lulus Sekolah Khusus Olahraga Internasional (SKOI) Samarinda telah dikontrak bermain di klub Jerman tersebut hingga Mei 2018.

Kesempatan Langka, Remaja Paser Menjalani Latihan Tenis Meja di Jerman
istimewa
Arda Ramadani mengikuti program pelatihan bersama klub tenis meja di Jerman 

Laporan wartawan TribunKaltim.co, Sarassani

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Arda Ramadani, warga Desa Sangkuriman Kecamatan Pasir Belengkong, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, mendapat kesempatan berlatih selama tiga bulan di sebuah klub tenis meja Divisi Liga Jerman, Stadtallendorf, Jerman.

Arda yang baru lulus Sekolah Khusus Olahraga Internasional (SKOI) Samarinda telah dikontrak bermain di klub Jerman tersebut hingga Mei 2018.

Program latihan ini menurut Ketua Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Cabang Paser Ahmad Beni, merupakan agenda PTMSI.

Baca: Hidup Makmur di Luar Negeri, Ini Foto Terbaru Janda Tommy Soeharto, Tata Cahyani dan 2 Anaknya

“Klub Jerman tertarik merekrut Arda setelah melihat company profile dan videonya. Arda sudah bergabung di klub Jerman sejak bulan Februari dan telah mengikuti rangkaian pertandingan antar klub di Jerman,” kata Beni, Minggu (4/3/2018).

Kesempatan berlatih di luar negeri ini, lanjut Beni, sangat langka. Jika kualitas permainan Arda mengalami peningkatan, kemungkinan kontrak Arda diperpanjang oleh klub.

Dan pengalaman Arda selama mengikuti pertandingan diharapkan berpengaruh signifikan pada penampilannya di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim 2018. Arda mewakili Kabupaten Paser di ajang tersebut dan dapat masuk dalam tim inti tenis meja Kaltim di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Papua.

Baca: Tommy Soeharto Terima Gelar Kehormatan Kanjeng Pangeran Haryo

Orangtua Arda Ramadani, Darmansyah mengaku bangga anaknya mendapat kesempatan bergabung dengan klub tenis meja di Jerman. “Sejak umur lima tahun sudah ikut saya bermain tenis meja. Bakatnya memang sudah terlihat sejak kecil,” kata Darmansyah.

Setelah lulus SKOI Samarinda, Arda bergabung dengan tim tenis meja Surabaya. Pada tahun 2016, Arda sempat mengikuti Training Centre (TC) PON Bandung, namun belum berhasil menembus tim inti mewakilli Kaltim.

Sebagai orangtua, Darmansyah berusaha mendukung ketekunan anaknya untuk menjadi pemain tenis profesional. Namun juga realistis menyikapi keadaan, biaya hidup di Jerman terbilang mahal, sementara gaji atau honor yang diterima Arda belum sebanding dengan biaya membayar pelatih. "Harapannya ada lah sedikit bantuan dari pemerintah,” ucapnya.

Baca: Comand Center Belum Nongol, Kapolres Balikpapan: Tim Tiger Lanjut Terus

Sementara itu, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Paser Toto Sumardiono sangat bangga akan keberhasilan pembinaan PTMSI Paser, yang tak hanya mengharumkan nama daerah di tingkat lokal dan nasional, tetapi juga di tingkat internasional.

"Keberhasilan Arda juga keberhasilan PTMSI Paser dalam pembinaan atlet olahraga. Memang investasi olahraga tidak sedikit, dan hasilnya pun perlu proses dan waktu, tidak seperti membangun gedung, hari ini dimulai tahun depan sudah kelihatan hasilnya. Tapi olahraga membawa nama baik daerah, sudah seharusnya disupport pemerintah," kata Toto Sumardiono.

Penulis: Sarassani
Editor: Januar Alamijaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved