Darurat Narkoba

Klaim 50 Orang Meninggal dalam Sehari Gegara Narkoba, Anggota DPR: Bandarnya Tembak di Tempat!

Ia berpendapat, harus ada revisi Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Klaim 50 Orang Meninggal dalam Sehari Gegara Narkoba, Anggota DPR: Bandarnya Tembak di Tempat!
Warta Kota/Nur Ichsan
Henry Yosodiningrat 

TRIBUNKALTIM.CO - Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Henry Yosodiningrat tak sependapat dengan adanya wacana penghentian praktik hukuman mati terkait kasus peredaran narkotika.

Menurut Henry, peredaran narkotika akan semakin marak jika hukuman mati dihapuskan.

"Kalau minta hukuman mati dihapuskan, itu orang gila. Sudah ada hukuman mati saja begini, apalagi kalau itu dihapuskan. Kalau perlu tanpa proses, itu (bandar narkotika) bisa ditembak di tempat," ujar Henry saat ditemui di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (5/3/2018).

Baca: Ternyata Abdee Slank sudah Pisah Ranjang Selama 10 Tahun

Baca: Foto Fadli Zon dan Fahri Hamzah Berdua di Tahun 1998 Beredar, Begini Penampilan Mereka

Henry menilai, saat ini peredaran narkotika sudah sangat membahayakan.

Terakhir, adanya upaya penyelundupan 1 ton dan 1,6 ton narkoba jeni sabu di Perairan Kepulauan Riau.

Ia berpendapat, harus ada revisi Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Namun, jika proses pembahasan revisi berlangsung lama, ia mengusulkan agar Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu).

Halaman
123
Editor: Syaiful Syafar
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help