Dinyatakan Sembuh dari Sakit Jiwa, Delapan Warga Dikembalikan ke Keluarga

Penanganan warga yang mengalami gangguan jiwa, menurut Jami, merupakan bagian dari pelayanan tim Dinas Sosial Kabupaten Kutai Timur.

Dinyatakan Sembuh dari Sakit Jiwa, Delapan Warga Dikembalikan ke Keluarga
TRIBUN KALTIM / MARGARET SARITA
Kadinsos Kutim, Jamiatulkhair Daik menerima delapan warga Kutim yang sudah dinyatakan sembuh dari gangguan jiwa untuk dikembalikan ke keluarga masing-masing 

Laporan Wartawan TribunKaltim.co, Margaret Sarita

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA – Dinas Sosial Kabupaten Kutai Timur menerima delapan warga yang dinyatakan sembuh dari penyakit jiwa dari pihak RS Jiwa Atma Husada, Samarinda.

Kedelapan warga tersebut, Selasa (6/3/2018), diterima oleh Kadis Sosial, Jamiatulkhair Daik dan dikembalikan ke keluarga masing-masing secara bertahap.

Kadis Sosial, Jamiatulkhair mengatakan kedelapan warga tersebut dikirim Dinas Sosial ke RS Atma Husada dalam kurun waktu dua tahun belakangan ini.

Mereka dianggap warga sekitar tempat tinggalnya menderita gangguan jiwa dan meresahkan.

“Kami mendapat informasi, delapan warga sudah dinyatakan sehat dan bisa kembali ke keluarga. Sehingga dilakukan penjemputan. Saat ini, secara bertahap mereka kami kembalikan ke keluarga masing-masing,” ungkap Jami.

Kedelapan warga tersebut, menurut Jami, berasal dari Kecamatan Sandaran, Kaliorang, Rantau Pulung, Teluk Pandan, Kaubun, dan Kecamatan Muara Ancalong.

“Untuk warga yang berasal dari Kecamatan Teluk Pandan, Sangatta Selatan dan Rantau Pulung, sudah diantar staf Dinsos kembali ke keluarga mereka. Sedangkan untuk lima lainnya, masih ditampung di rumah penampungan sementara milik Dinsos Kutim. Namun, segera diantarkan kembali ke keluarganya juga,” kata Jami.

Penanganan warga yang mengalami gangguan jiwa, menurut Jami, merupakan bagian dari pelayanan tim Dinas Sosial Kabupaten Kutai Timur.

Karena di Sangatta belum ada rumah sakit yang menangani, terpaksa dibawa ke Samarinda dan menjadi tanggungan pemerintah.

“Tentunya, setelah ini mereka masih tetap dalam pengawasan pihak keluarga dan pemerintah. Semoga, setelah kembali ke keluarga bisa beraktivitas normal,” ujar Jami. (*)

Penulis: Margaret Sarita
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help