Harga Lebih 100 Dollar per Ton, Ini yang Dilakukan Pengusaha Batu Bara di Kota Tepian

Pengusaha batu bara yang masih eksis kini sedang menikmati harga emas hitam yang melonjak tinggi di triwulan pertama, 2018 ini.

Harga Lebih 100 Dollar per Ton, Ini yang Dilakukan Pengusaha Batu Bara di Kota Tepian
TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HP
Kapal tongkang batu bara melewati Sungai Mahakam, Samarinda, Kalimantan Timur. 

Laporan Tribun Kaltim, Rafan A Dwinanto

TRIBUN KALTIM.CO, SAMARINDA - Pengusaha batu bara yang masih eksis kini sedang menikmati harga emas hitam yang melonjak tinggi di triwulan pertama, 2018 ini.

"Yang masih jalan ya pasti senang," kata Ketua Asosiasi Pengusaha Batu Bara Indonesia (APBI) Samarinda, Eko Priyanto, Rabu (7/3/2018).

Sekadar informasi, Kementerian ESDM mencatat Harga Batu Bara Acuan (HBA) untuk bulan Februari 2018 ditetapkan sebesar 100,69 dolar AS per ton.

Baca: Ironis. . . Kaya Sumber Daya Alam Tapi Warga Kutai Pesisir Paling Banyak Terima Raskin

Angka ini naik 5,15 dolar AS dibanding HBA bulan Januari yang mencapai 95,54 dolar AS per ton.

"Tapi, untuk perusahaan yang sudah mati, rasanya tetap sulit. Apalagi jika deposit (cadangan batubara)nya sisa sedikit," ujar Eko.

Meski demikian, kata Eko, lonjakan harga yang signifikan ini berpotensi menghidupkan kembali beberapa perusahaan tambang yang izinnya masih hidup.

Baca: Inilah Penampilan Suku Dayak Benuaq, dari Kalung Jimat Sampai Keanggunan Puan

"Yang sudah berhenti menambang tapi izinnya masih hidup, mungkin bisa main (menambang) lagi. Ya mungkin satu, dua (tambang) lah bisa hidup lagi kalau di Samarinda," ungkap Eko.

Khusus untuk di Samarinda, menurut Eko, meningkatnya harga batu bara hingga 100 dollar lebih per ton, tidak berpengaruh banyak.

Baca: 5 Hal yang Bikin Olahraga Keras Kamu Sia-sia, Hindari!

"Ya karena di Samarinda ini batu baranya sudah mulai habis. Mungkin untuk Kukar (Kutai Kartanegara), kenaikan harga ini sangat bisa berpengaruh. Karena di sana masih banyak," tuturnya. (*)

Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help