45 IUP Diakhiri, Jatam Kaltara Minta Gubernur Buka Hasil Evaluasi

hasil evaluasi itu perlu dibuka agar masyarakat mengetahui kewajiban-kewajiban yang belum dipenuhi 45 perusahaan

45 IUP Diakhiri, Jatam Kaltara Minta Gubernur Buka Hasil Evaluasi
TRIBUN KALTIM/NIKO RURU
Kegiatan penambangan batu bara di wilayah Kecamatan Sebuku, Kabupaten Nunukan. 

Laporan Wartawan TribunKaltim.co, Niko Ruru

 TRIBUNKALTIM.CO,NUNUKAN - Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kalimantan Utara meminta Gubernur Kalimantan Utara membuka hasil evaluasi terkait pengakhiran izin usaha pertambangan (IUP) 45 perusahaan di Kalimantan Utara.

Koordinator Jatam Kalimantan Utara, Theodorus G E B mengatakan, hasil evaluasi itu perlu dibuka agar masyarakat mengetahui kewajiban-kewajiban yang belum dipenuhi 45 perusahaan pemegang IUP itu.

Baca: Tak Punya Psikolog, Pemkab Nunukan Terpaksa Datangkan dari Luar Daerah

“Apakah tidak menyetor Jaminan Reklamasi, Jaminan Pasca Tambang atau belum membayar Penerimaan Negara Bukan Pajak? Berapa nominal kewajiban keuangan yang harus dipenuhi perusahaan pemegang IUP?” ujarnya, Kamis (8/3/2018).

Dengan begitu, kata dia, diketahui pula kerugian negara yang diakibatkan perusahaan pemegang IUP.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara mengakhiri IUP, 45 perusahaan dengan pertimbangan hasil evaluasi yang secara administratif, teknis, lingkungan dan finansial terdapat kewajiban-kewajiban yang sampai dengan sekarang belum dipenuhi pihak perusahaan.

Baca: Inilah Lima Fakta yang Tersaji Setelah Si Nyonya Tua Kalahkan Tottenham Hotspur di Wembley

“Yang menjadi catatan Jatam Kaltara bahwa bukan berarti tugas Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara selesai dengan hanya mengeluarkan SK pengakhiran tersebut,” ujarnya.

Dia mengatakan, pemerintah harus tetap meminta agar kewajiban-kewajiban perusahaan yang belum dipenuhi dapat terpenuhi.

Halaman
123
Penulis: Niko Ruru
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help