Dishub Kaltara Gelontorkan Dana Pengadaan Tanah untuk Pelabuhan Pesawan Rp 9,3 Miliar

Sejak tahun 2016 pemprov menyiapkan dokumen perencanaan pelabuhan itu seperti masterplan dan feasibility study

Dishub Kaltara Gelontorkan Dana Pengadaan Tanah untuk Pelabuhan Pesawan Rp 9,3 Miliar
TRIBUN KALTIM / MUHAMMAD ARFAN
Aktivitas di sekitar wilayah pelabuhan Malundung, Kota Tarakan, baru-baru ini. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Dinas Perhubungan Kalimantan Utara menganggarkan Rp 9,3 miliar untuk pengadaan tanah pembangunan Pelabuhan Pesawan di Sungai Selimau, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan.

Pelabuhan ini membutuhkan lahan 60 hektare untuk menunjang pembangunan fasilitas di sisi daratnya. Kepala Dinas Perhubungan Kalimantan Utara Taupan Majid menjelaskan, dalam waktu dekat sudah akan dimulai proses pendataan pemilik lahan.

Dinas Perhubungan juga akan menyurati Camat Tanjung Selor untuk menyiapkan data-data lahan milik masyarakat di sekitar lokasi pelabuhan. Selanjutnya proses pengadaan tanah akan bergulir di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bulungan.

"Kami juga siapkan tim apresial nanti. Setelah muncul harga lahan, baru kita sosialisasi ke masyarakat. Setelah itu negosiasi," kata Taupan kepada Tribun, Kamis (8/3/2018).

Proyek pelabuhan ini ditaksir akan menghabiskan dana sampai Rp 250 miliar. APBD Kalimantan Utara diyakininya sulit merealisasikan pelabuhan itu dalam waktu singkat dengan kebutuhan anggaran yang begitu besar.

Karenanya, pemprov mengajukan proyek pelabuhan ini dikerjakan oleh investor. Yang menyatakan, minat ialah China Ghezouba Groups, sebuah perusahaan asal Tiongkok.

"Kalau dana APBD, kita enggak sanggup biayai. Kita sudah usulkan ke pusat, tetapi menunggu dulu hasil inventarisasi kegiatan-kegiatan yang prioritas. Makanya kita pakai juga jalur investasi," katanya.

Sejak tahun 2016 pemprov menyiapkan dokumen perencanaan pelabuhan itu seperti masterplan dan feasibility study atau studi kelayakan.

Sisi perairan Pelabuhan Pesawan mencakup dermaga, strestle, causeway, dan corrugated concrete sheet pile (CCSP). Sisi daratnya akan dilengkapi fasilitas perkantoran seperti Bea Cukai, Syahbandar, Kantor Administrasi dan Navigasi. Termasuk pula fasilitas terminal penumpang, gudang, poliklinik, rumah dinas, koperasi, workshop, rumah ibadah, reservoar, lapangan penumpukan, tempat penyimpanan peti kemas dan kontainer 6 FT, termasuk area parkir.

Pelabuhan Pesawan akan berfungsi sebagai pelabuhan pengumpul yang akan melayani kegiatan angkutan laut dalam negeri, alih muat angkutan laut dalam negeri dalam jumlah menengah, termasuk sebagai tempat asal tujuan penumpang dan barang, serta angkutan penyeberangan dengan jangkauan pelayanan antarprovinsi.

Pelabuhan ini akan melayani rute pelayaran Tanjung Selor- Pelabuhan Tanjung Perak (Surabaya), termasuk direncanakan melayani rute pelayaran Tanjung Selor- Pelabuhan Soekarno Hatta (Makassar).

Pelabuhan Pesawan dibangun untuk menggantikan peran pelabuhan bongkar muat Kayan I di Jalan Jenderal Sudirman, Tanjung Selor. Pelabuhan Kayan I di bibir Sungai Kayan itu sudah tidak representatif sehingga perlu pengganti. (*)

Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help