Enam Bandara dan 20 Lapangan Terbang di Pedalaman Kaltara Perlu Dibenahi

Walaupun bukan aset pemprov, pemprov tetap punya beban memfasilitasi peningkatan bandara itu agar transportasi udara bisa berfungsi

Enam Bandara dan 20 Lapangan Terbang di Pedalaman Kaltara Perlu Dibenahi
HO
Sebuah pesawat MAF siap lepas landas dari salah satu lapangan terbang di perbatasan beberapa waktu lalu. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Pengelolaan dan pembangunan sektor perhubungan di Kalimantan Utara per tahun membutuhkan paling tidak Rp 3,2 triliun. Namun kebutuhan itu belum terealisasi seperti yang diharapkan.

Kepala Dinas Perhubungan Kalimantan Utara Taupan Majid menjelaskan, rerata per tahun Dinas Perhubungan hanya memiliki pagu dana sebanyak Rp 70 miliar. Dari gambaran itu, disparitas kebutuhan dana dengan yang tersedia cukup lebar.

"Per tahun rata-rata Rp 70 miliar itu sudah termasuk anggaran perubahan, Tahun ini kita bertambah jadi Rp 170 miliar karena ada anggaran Rp 80 miliar buat beli pesawat N-219," kata Taupan Majid kepada Tribun, Kamis (8/3/2018).

Kebutuhan dana yang tinggi mengingat kondisi perbatasan yang masih perlu banyak polesan. Kalimantan Utara memiliki 6 bandar udara (bandara) dan 20 lapangan terbang yang perlu pembenahan untuk meningkatkan fungsinya.

"Misalnya bandara Yuvai Semaring di Long Bawan, Kecamatan Krayan (Nunukan). Itu masih perlu dikeraskan landasan pacunya supaya bisa mendarat pesawat ATR," ujarnya.

Walaupun bukan aset pemprov, pemprov tetap punya beban memfasilitasi peningkatan bandara itu agar aksesibilitas transportasi udara bisa berfungsi lebih baik. "Jadi kita usulkan ke pusat pembiayaanya. Begitu juga dengan bandara lainnya," katanya.

Di perhubungan sungai/laut, Dinas Perhubungan membangun dan merencanakan beberapa dermaga dan pelabuhan. Dana yang tersedia di pemprov setiap tahun hanya cukup untuk membiayai pengadaan tanah dan perencanaan.

"Seperti tahun ini kita anggarkan pengadaan lahan Pelabuhan Pesawan, reklamasi pantai Dermaga Tengkayu Tarakan, dan lainnya," katanya.

Untuk membiayai proyek-proyek dermaga dan pelabuhan yang dicanangkan, Dinas Perhubungan klaim Taupan turut menawarkannya ke investor. Seperti halnya Pelabuhan Pesawan sudah dilirik asal negeri Tirai Bambu, China Gezhouba Groups (CGG).

"Kita coba tawarkan juga ke investor karena di pusat sudah cukup terbatas juga anggarannya sehingga pusat melihat skala prioritas," katanya.

"Ada anggaran yang digelontorkan pusat Rp 1 triliun, tetapi itu meng-cover selama 2 tahun. Sedangkan perkiraan kita per tahun butuh Rp 3,2 triliun. Tetapi berapapun anggaran turun dari pusat, tetap harus disyukuri dan diimplementasikan dengan cara membangun," katanya. (*)

Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help