Miris. . . Ikut UNBK, Siswa Pedalaman dan Perbatasan Harus Biayai Sendiri Perjalanan ke Kota

Miris, satu lagi masalah dihadapi warga di daerah perbatasan dan pedalaman Malinau.

Miris. . . Ikut UNBK, Siswa Pedalaman dan Perbatasan Harus Biayai Sendiri Perjalanan ke Kota
TRIBUN KALTIM/PURNOMO SUSANTO
Siswa di Desa Long Nawang, Kecamatan Kayan Hulu, Kabupaten Malinau saat pulang sekolah. 

Laporan wartawan Tribun Kaltim, Purnomo Susanto

TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU - Miris, satu lagi masalah dihadapi warga di daerah perbatasan dan pedalaman Malinau.

Selain persoalan kondisi geografis yang sulit dan krisis sembako di beberapa desa di sana, para siswa SMA peserta Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang jatuh pada awal bulan April mendatang harus berangkat ke sekolah-sekolah yang siap melaksanakan UNBK.

Hampir seluruh daerah di perbatasan dan pedalaman Malinau tidak siap melaksanakan UNBK.

Otomatis, seluruh siswa di sana harus berangkat ke sekolah yang ditunjuk oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).

Baca: Kejari Tahan Tersangka Korupsi Panwaslu Balikpapan, Terungkap Dana Hibah Digunakan untuk Hal Ini

Sebagian sekolah di sana, ada yang berangkat langsung ke ibu kota Provinsi Kaltara dan ada pula yang berangkat ke ibu kota Kabupaten Malinau.

Untuk keberangkatan para siswa peserta UNBK, seluruhnya ditanggung oleh sekolah dan ada pula yang menggunakan dana pribadi.

Seperti disampaikan Ketua Anak Alam Ujung Negri, Roni Manan mengungkapkan, peserta UNBK asal Kecamatan Pujungan terpaksa mengeluarkan uang pribadi untuk mengikuti UNBK di SMAN 4 Desa Pulau Sapi, Kecamatan Mentarang.

Baca: 10 Orang Terkaya di Indonesia, Kekayaan Hartono Bersaudara Lebih Besar dari Anggaran Pendidikan RI

Halaman
12
Penulis: Purnomo Susanto
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved