100 Home Industri Bisa Hasilkan Ikon Nunukan

Produk- produk yang diharapkan menjadi ikon Kabupaten Nunukan ini tentu harus bisa menyaingi produk pabrikan asal Malaysia

100 Home Industri Bisa Hasilkan Ikon Nunukan
Tribun Kaltim/Niko Ruru
Bawang goreng kemasan yang dipajang pada pameran hasil usaha mikro kecil menengah Nunukan saat pelatihan manajemen usaha bagi pemberdayaan perempuan, Jumat (9/3/2018). ( 

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Pemerintah Kabupaten Nunukan mencatat ada sekitar 100 industri rumahan penghasil panganan di daerah ini. Home industri tersebut berpotensi menghasilkan produk- produk yang bisa menjadi ikon Kabupaten Nunukan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Nunukan, Faridah Aryani mengatakan, dengan menumbuhkembangkan usaha rumahan ini tentu ibu-ibu juga menjadi semakin kreatif.

Produk- produk yang diharapkan menjadi ikon Kabupaten Nunukan ini tentu harus bisa menyaingi produk pabrikan asal Malaysia yang kerap menjadi oleh oleh tamu yang berkunjung di Kabupaten Nunukan.

Dia mengatakan, produk olahan industri rumah tangga saat ini begitu mudah dipasarkan dengan dukungan media sosial. "Sehingga sambil usaha, bisa awasi anak, bisa bantu kebutuhan rumah. Kami harapkan seperti itu," ujarnya, Jumat (9/3/2018).

Dia menilai, produk industri rumahan usaha mikro kecil menengah ini memberikan nilai tambah saat masuk pasaran. "Pemkab Nunukan saat ini fokus kepada berbagai panganan hasil olahan yang memiliki potensi untuk berkembang. Semisal hasil olahan rumput laut, kerupuk ikan, teri ambalat dan kerajinan berbahan daur ulang. Untuk masalah pasarnya nanti Dinas Perdagangan. Itu melalui penyediaan tempat pameran juga promosi yang dibantu Diskominfo," katanya.

Untuk mendukung hadirnya usaha mikro kecil dan menengah di Kabupaten Nunukan, pihaknya memberikan pelatihan wirausaha bagi perempuan. Tujuannya, sinergitas program kewirausahaan kaum perempuan yang meliputi pembentukan jiwa kewirausahaan, peningkatan kompetensi sumber daya perempuan sekaligus menumbuhkan embrio wirausahawan perempuan.

"Kami berupaya memberikan pembinaan manajeman usaha, aspek legal, akses CSR, pengembangan jaringan, juga promosi. Jalannya seperti itu," katanya.

Untuk memaksimalkan usaha dimaksud, tentu butuh pemetaan agar produktivitas kaum perempuan benar-benar memperoleh tempat yang lebih serius, guna menekuni usaha kreatif agar semakin produktif. (*)

Penulis: Niko Ruru
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved