Membantu Dampingi Anak dan Perempuan Korban Asusila dan Kekerasan Pemkab Nunukan Sewa Psikolog

Perempuan dan anak menjadi objek kejahatan paling rentan mengalami kekerasan, diskriminasi ataupun eksploitasi dari orang dekat

Membantu Dampingi Anak dan Perempuan Korban Asusila dan Kekerasan Pemkab Nunukan Sewa Psikolog
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Sosialisasi Kampanye Stop Narkoba, Pornografi dan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Melalui kampanye ini diharapkan dapat menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga keluarga dari ancaman narkoba, pornografi dan tindak kekerasan apa pun. 

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Pemkab Nunukan harus menyewa psikolog dari luar daerah untuk menangani korban asusila, kekerasan dan tekanan mental.

"Kami paling sewa ke Tarakan atau bersurat ke Jakarta minta pendampingan ketika anak-anak atau perempuan menjadi korban asusila atau kekerasan," ujar Faridah Aryani, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Nunukan, Kamis (8/3/2018).

Selama ini para korban ditampung di rumah aman. Para korban itu harusnya menjalani terapi penyembuhan psikologis. Sayangnya, Dinas Pemberdayaan Perempuan belum memiliki psikolog untuk mendampingi para korban. "Kami melalui P2TP2A tetap melakukan pendampingan meskipun belum ada psikolog," katanya.

Hanya saja diakuinya, pendampingan dimaksud kurang efektif. Sehingga pihaknya wajib menyewa psikolog untuk memantau perkembangan serta kondisi korban.

"Kalau psikolog tentu punya cara sendiri untuk melakukan tugasnya. Yang jelas ketika psikisnya mendapat perawatan tepat, tentu waktu untuk sembuh lebih singkat," katanya.

Perempuan dan anak menjadi objek kejahatan paling rentan mengalami kekerasan, diskriminasi ataupun eksploitasi dari orang dekat.

Pada 2016 misalnya, dari 34 kasus kekerasan dan asusila pada anak dan perempuan, mayoritas pelaku diketahui orang yang memiliki hubungan saudara dengan korban atau memiliki kedekatan secara emosional.

"Kami lakukan sosialisasi pengenalan seks sejak dini di sekolah-sekolah, kasusnya turun cukup signifikan," ujarnya. (*)

Penulis: Niko Ruru
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved