Omset Rp 9 Juta, Bawang Goreng Kemasan dari Nunukan Tembus Malaysia

pengusaha rumahan bawang goreng kemasan memastikan, produk yang digelutinya semakin meningkat peminatnya dari waktu ke waktu.

Omset Rp 9 Juta, Bawang Goreng Kemasan dari Nunukan Tembus Malaysia
Tribun Kaltim/Niko Ruru
Bawang goreng kemasan yang dipajang pada pameran hasil usaha mikro kecil menengah Nunukan saat pelatihan manajemen usaha bagi pemberdayaan perempuan, Jumat (9/3/2018). ( 

Laporan Wartawan TribunKaltim.co, Niko Ruru

 TRIBUNKALTIM.CO,NUNUKAN- Bawang goreng kemasan olahan home industri asal Nunukan saat ini mampu menembus pasar Tarakan hingga ke Tawau, Negara Bagian Sabah, Malaysia.

Hayati, pengusaha rumahan bawang goreng kemasan memastikan, produk yang digelutinya semakin meningkat peminatnya dari waktu ke waktu.

Produk ini menurutnya sangat praktis dan efisien. Selain tahan lama dibandingkan bawang mentah, rasanya yang enak mengundang selera semua kalangan dan usia untuk mengonsumsinya.

Baca: Lakukah Hal Ini di Jalan Tol, Syahrini Terancam 18 bulan Penjara

"Usaha bawang goreng kemasan semakin meningkat tren pemasarannya. Saya yang semula mengolah lima kilogram, meningkat menjadi lima belas kilogram dan sekarang sudah bisa 200 kilogram perminggu,"ujarnya, Jumat (9/3/2018).

Dia mengatakan, usaha bawang goreng kemasang menjadi peluang bisnis baru untuk home industri. Tak butuh modal yang besar mengembangkan usaha ini.

“Usaha ini sangat simple dan mudah dijalankan. Juga sangat cocok untuk terobosan bisnis semua kalangan. Karena tidak perlu keahlian khusus. Sekarang omset minimal Rp 9 jutaan perbulan. Saya jual ke Tarakan atau Tawau,” ujarnya.

Baca: Kadistamben Sebut Pencurian Batubara dari Ponton Merupakan Kasus Lama

Besarnya peluang bisnis ini tentu diharapkan Hayati agar Pemerintah Kabupaten Nunukan juga membantu semakin memperluas pemasaran bawang goreng kemasan, yang menjadi salah satu andalan usaha mikro kecil menengah di Nunukan.

Dia mencontohkan, Pemerintah Kabupaten Nunukan dapat membantu agar para pedagang bisa memasukkan produknya ke perusahaan yang beroperasi di daerah ini. Selain sebagai ajang promosi, langkah tersebut cukup bijaksana selagi Pemerintah Kabupaten Nunukan belum memiliki alur pemasaranolahan kuliner di Nunukan.

Baca: Sempat Dipalak Preman, Siswa SMKN 3 Balikpapan Wakili Kalimantan di Kompetisi Aspira

"Tidak ada matinya kok. Kalau Bupati kasih rekomendasi untuk menjual produk kami ke perusahaan pasti itu sangat membantu,"katanya.

Penulis: Niko Ruru
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help