Klinik Lapas Bontang Belum Miliki Tenaga Medis, Ini Kendalanya

Fasilitas poliklinik pemeriksaan kesehatan yang di Lapas Klas IIIA Bontang, yang dibangun sejak November 2017 belum berfungsi.

Klinik Lapas Bontang Belum Miliki Tenaga Medis, Ini Kendalanya
Tribunkaltim
Klinik Lapas Bontang yang dibangun sejak November 2017 belum juga berfungsi 

TRIBUNKALTIM, BONTANG - Fasilitas poliklinik pemeriksaan kesehatan yang di Lapas Klas IIIA Bontang, yang dibangun sejak Nopember 2017, hingga kini belum berfungsi. Pasalnya, klinik khusus warga binaan tersebut hingga kini belum memiliki tenaga kesehatan, padahal siap ditempati sejak awal 2018.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Bontang, Heru Yuswanto mengatakan pihaknya membutuhkan minimal 1 orang tenaga medis dan 5 orang paramedis untuk mengaktifkan klinik Lapas Bontang.

"Memang sayang sekali fasilitas klinik sudah ada tapi belum bisa kita aktifkan karena belum ada dukungan tenaga medis," ujar Heru Yuswanto, kemarin.

Heru mengaku sudah mengajukan kebutuhan tenaga medis dan paramedis ke Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM), namun hingga kini belum ada kepastian dukungan tenaga medis. Ia berharap, Pemkot Bontang memberikan dukungan tenaga medis yang bisa ditempatkan di klinik Lapas Bontang.

Baca: Aksi Penyanderaan di California Berakhir, Pria Bersenjata dan 3 Sandera Tewas

"Saya sudah bersurat ke Pemkot Bontang, mudahan bisa diberi bantuan tenaga medis untuk sementara waktu sembari menunggu penempatan petugas dari Kemenkum HAM," katanya.

Menurut Heru, keberadaan klinik kesehatan di Lapas merupakan kebijakan Direktorat Lembaga Pemasyarakatan, yang bertanggungjawab untuk melakukan perawatan kesehatan yang menjadi hak setiap warga negara. Meski berstatus sebagai warga binaan, para narapidana tersebut mempunyai hak perawatan kesehatan secara standar sebagaimana yang dirasakan oleh masyarakat yang berada di luar.

"Warga binaan juga manusia sama seperti masyarakat yang berada di luar. Yang membedakan mereka hanya berada di dalam Lapas guna menjalani hukuman atas perbuatan yang dilakukannya," paparnya.

Ia pun berharap permohonan bantuan penempatan tenaga medis dari Pemkot setempat, bisa terealisasi guna memberikan perawatan jika ada warga binaan yang sakit.

Baca: Ngemis di Bontang, Addul Kumpul Rp 600 Ribu Perhari, Pulang Pergi Kampung Naik Pesawat

Selain dukungan tenaga medis, pihak Lapas Bontang juga berharap Pemkot Bontang mendukung operasional klinik mengingat keterbatasan anggaran dari pemerintah pusat. "Anggaran kita sangat terbatas untuk menjangkau semua warga binaan. Jadi harapannya juga dapat menjadi perhatian pemerintah setempat," tutupnya.

Heru menambahkan, saat ini pemeriksaan kesehatan bagi warga binaan yang sakit masih dilakukan di Puskesmas terdekat yang ada di Kelurahan Bontang Lestari. Selain itu, Lapas Klas IIIA Bontang juga terpaksa memberdayakan seorang warga binaan yang kebetulan memiliki latar belakang sebagai tenaga paramedis.

Baca: Pemerintah Jajaki Rencana Kenaikan Gaji PNS Tahun 2019, Begini Respon Wakapolri

"Untungnya ada warga binaan yang memiliki latar belakang sebagai perawat itu kami berdayakan, tapi hanya sebatas periksa tekanan darah," pungkasnya. (*)

Penulis: Udin Dohang
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help