Pemkab Malinau Bantu Bangun Vihara Rp 2,5 Miliar

Spiritual masyarakat Malinau itu sangat penting untuk ditingkatkan. Pembangunan itu akan sukses saat masyarakatnya taat beragama

Pemkab Malinau Bantu Bangun Vihara Rp 2,5 Miliar
tribun kaltim/m yamin
Ilustrasi: Vihara Muladharma Samarinda

TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU - Tidak pilih kasih pada satu atau dua kepercayaan, Pemkab Malinau memberikan bantuan pembangunan rumah ibadah untuk agama Budha (Vihara) dengan total nilai bantuan sebesar Rp 2,5 miliar. Pembangunan Vihara dilakukan di Jalan Pusat Pemerintahan, Desa Tanjung Belimbing, Kecamatan Malinau Kota.

Bupati Yansen TP mengungkapkan, bantuan keuangan untuk pembangunan rumah ibadah merupakan salah satu program dalam pemerintahannya. Sebab, pada masa kepemimpinannya, Bupati fokus membangun tempat ibadah umat beragama. Sehingga, tidak hanya agama tertentu, seluruh agama diberikan posisi sama.

"Spiritual masyarakat Malinau itu sangat penting untuk ditingkatkan. Pembangunan itu akan sukses saat masyarakatnya taat beragama, serta menjalankan ajaran agamanya di tengah-tengah masyarakat. Tidak satupun agama mengajarkan umatnya berlaku buruk kepada umat lainnya. Tentu semua mengajarkan kebaikan. Dan sudah barang tentu pula akan membawa kebaikan," ujarnya.

Kesadaran Bupati akan banyaknya perbedaan di Malinau, juga menjadikannya sebuah peluang untuk menciptakan sebuah keindahan. Malinau bagaikan Indonesia mini. Ada banyak suku dan agama. Sedikitnya ada 11 etnis asli diikuti dengan beberapa etnis lainnya dari luar.

"Banyaknya suku dapat dilihat dari paguyuban. Dari Sabang sampai Merauke ada di sini. Hal ini, kita tangkap sebagai keunikan. Kita jadikan itu sebagai kekuatan dalam pembangunan. Untuk itu, saya minta masyarakat untuk membuang jauh-jauh tentang perbedaan. Kita satu kesatuan dalam bingkai NKRI," paparnya.

Terkait dengan pembangunan Vihara, Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI), Thomas Lasminto mengungkapkan, pembangunan Vihara sudah hampir selesai. Terakhir kali digunakan untuk kegiatan besar, warga Tionghoa menggelar acara Capgome di Vihara tersebut beberapa waktu lalu.

"Selain dijadikan tempa ibadah. Bersama-sama, kita merayakan Capgome di Vihara. Banyak warga Tionghoa berkumpul saat itu. Kami menginginkan, Vihara ini segera diresmikan. Sebenarnya, tahun lalu sudah rencana diresmikan. Tapi, sesuatu hal tidak jadi dilaksanakan. Oktober tahun ini, kembali kita rencanakan peresmiannya langsung oleh Pak Bupati," katanya.

"Perkenankan kami juga mengucapkan terimakasih kepada Pemkab terutama kepada Bupati yang telah dengan serius mengawal proses pembangunan Vihara ini sejak awal sampai dengan hampir selesai sekarang ini. Bantuan ini sangat berarti bagi warga kami yang menganut agama Budha," tuturnya. (*)

Penulis: Purnomo Susanto
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help