Rasanya Enak, Durio Seperti Durian Tapi Ada Bedanya, Heemmm

Sekilas mirip buah durian namun buah ini tidak mengelurkan aroma tetapi mengandung alkohol yang tinggi.

Rasanya Enak, Durio Seperti Durian Tapi Ada Bedanya, Heemmm
ilustrasi
Buah Durio dan Kebun Raya Balikpapan 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Keberadaan Kebun Raya Balikpapan memiliki segudang tanaman khas Kalimantan. Dimulai dari tanaman yang mulai langka sampai yang berciri khas unik. Namun diakui, kebun raya di Karang Joang ini tidak menyimpan jenis tanaman-tanaman buah yang dikembangkan secara vegetatif seperti stek dan mencangkok.

Ramlani, Koordinator Informasi Kebun Raya Balikpapan, mengatakan, tanaman yang dikoleksi kebun raya semuanya ialah tanaman langka yang berada di pedalaman hutan belantara.  

“Kalau pohon buah-buahan yang dicangkok atau di stek tidak ada. Kebun raya ini tempat konservasi semua pohon khas Kalimantan,” ujarnya pada Minggu (11/3) di beranda rumah Lamin, Kebun Raya Balikpapan, Jalan Sungai Wain.

Menurut dia, tanaman populer khas Kalimantan tersimpan dalam pelukan Kebun Raya Balikpapan. Di antaranya ada pohon buah mirip duren yang berwarna merah berukuran mini yang disebut Lai Paken atau yang bahasa ilmiahnya Durio Kutejensis dari suku Malvaceae.

Pohon Lai Paken hidup di kondisi lereng berbukit di Kalimantan. Pohon ini biasanya sebagai penyusun lapisan tajuk tengah yang tumbuh di naungan kanopi hutan. Pengembangbiakkan diambil dari biji, tertanam di tanah, muncul tunas lalu bertumbuh besar.

Buah ini bisa dikonsumsi manusia. Biasanya etnis Dayak Ngaju sering memakannya. Memiliki rasa manis, sangat berkhasiat buat kesehatan tubuh. “Orang bilang bisa memperlancar pencernaan kita, buang air besar lancar,” ungkap Ramlani.

Jenis lainnya yang serupa dengan itu ialah buah Kerantungan. Bahasa ilmiahnya, Durio Oxleyanus yang berasal dari suku Malvaceae. Pohon ini jika dibandingkan dengan pohon durian, jauh lebih tinggi. Ukuran pohon Kerantungan bisa mencapai 40 sampai 50 meter.

Karakteristik bentuk buah kerantungan ini berukuran diameter 10 sampai 15 centimeter. Kulitnya yang berduri memiliki panjang 3 sampai 4 centimeter. Sekilas mirip buah durian namun buah ini tidak mengeluarkan aroma tetapi mengandung alkohol yang tinggi.

“Kalau kita belah buahnya, di dalamnya ada daging yang bisa kita makan. Dagingnya berwarna kuning mentega. Kalau dimakan menyentuh lidah kita, rasanya manis sekali,” ujar Ramlani.

Biasanya, pohon ini tumbuh di daerah hutan dipterokarpa yakni sebuah daratan yang berupa campuran dataran rendah dengan tanah berpasir yang sering tergenang air dari aliran sungai. Lokasi bisa ditemukan biasanya berada di ketinggian 640 meter dpl.

“Buahnya jatuh ke tanah bukan berarti sudah bisa dianggap matang. Kerantungan ini butuh beberapa hari untuk merekah setelah jatuh ke tanah dengan sendirinya,” katanya. (*)

Penulis: Budi Susilo
Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved