Hari Ketujuh Operasi, Polisi Sudah Tegur dan Tilang Ratusan Pengendara

Sementara itu, operasi dilaksanakan guna meningkatkan keselamatan dan mengurangi terjadinya angka kecelakaan lalu lintas.

Hari Ketujuh Operasi, Polisi Sudah Tegur dan Tilang Ratusan Pengendara
TRIBUN KALTIM / NEVRIANTO HARDI PRASETYO
Satlantas Polresta Samarinda menggelar operasi Zebra yang dilakukan pada 29 November 2016, di jalan Gajah Mada, Samarinda, Kalimantan Timur. 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Christoper D

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pada hari ketujuh pelaksanaan Operasi Keselamatan Mahakam 2018, jajaran Satlantas Polresta Samarinda telah mengeluarkan ratusan teguran serta tilang ke pengendara.

Kendati operasi tersebut menitikberatkan pada teguran dan imbauan kepada pengendara pengguna jalan, namun operasi yang serentak dilakukan sejak 5-25 Maret mendatang itu, juga melaksanakan penilangan terhadap pelanggaran yang dilakukan pengguna jalan.

Tercatat, dari data Satlantas Polresta Samarinda, mulai tanggal 5-11 Maret, kepolisian telah melakukan 560 teguran dan 235 penilangan.

Operasi tersebut tidak hanya dilakukan dengan menggelar giat penindakan secara stasioner, namun lebih banyak dilakukan dengan menggelar hunting setiap harinya.

"Rata-rata kita lakukan hunting, karena banyak pelanggaran yang terjadi saat warga berkendara di jalanan," ucap Wakasat Lantas Polresta Samarinda, AKP Dika Yosef Anggara, Senin (12/3/2018).

Lanjut dia menjelaskan, teguran diberikan kepada pengguna jalan dengan kategori pelanggaran, berupa tidak dapat menunjukan surat kelengkapan berkendara, seperti STNK, serta SIM.

Sedangkan pelanggaran yang langsung diberikan penilangan, meliputi tujuh fokus road safety, di antaranya batas kecepatan, menggunakan handphone saat berkendara, tidak menggunakan helm standar, anak dibawah umur mengendari kendaraan, berkendara dalam pengaruh alkohol, melawan arus, dan tidak menggunakan sabuk keselamatan.

"Untuk tujuh pelanggaran itu, akan langsung ditilang. Untuk balap liar, itu berkaitan dengan batas kecepatan dan anak dibawah umur yang mengendarai kendaraan, namun untuk balap liar kita lakukan langkah pencegahan. Jadi sebelum mereka mulai balapan, kita sudah datangi titik tempat mereka kerap balapan, agar mereka tidak balapan," urainya.

Sementara itu, operasi dilaksanakan guna meningkatkan keselamatan dan mengurangi terjadinya angka kecelakaan lalu lintas.

Hingga hari ke tujuh pelaksanaan operasi keselamatan itu, terdapat satu kasus kecelakaan lalu lintas. (*)

Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help