Jatam Kaltara Sebut Kerugian Negara Mencapai Rp201 Miliar dari Tambang

“Yang paling parah, 45 perusahaan tersebut tidak menyetor jaminan pasca tambang,” katanya.

Jatam Kaltara Sebut Kerugian Negara Mencapai Rp201 Miliar dari Tambang
TRIBUN KALTIM/NIKO RURU
Kegiatan penambangan batu bara di wilayah Kecamatan Sebuku, Kabupaten Nunukan. 

Laporan Wartawan TribunKaltim.co, Niko Ruru

TRIBUNKALTIM.CO,NUNUKAN- Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kalimantan Utara menyebutkan, kerugian negara dari sektor tambang di Kalimantan Utara mencapai Rp201 miliar.

Koordinator Jatam Kalimantan Utara, Theodorus G E B mengatakan, kerugian negara itu diketahui menyusul pengakhiran izin usaha pertambangan yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara terhadap 45 perusahaan.

“Kami menemukan ada beberapa fakta dibalik SK pengakhiran 45 perusahaan pemegang IUP tersebut. Bahwa ada sekitar 86 persen perusahaan yang menunggak PNBP.  Total piutang PNBP yang menunggak mencapaiRp 201 miliar,” ujarnya, Senin (12/3/2018).

Baca: Hengkang dari Hitam Putih, Kelakukan Chika Jessica Dibongkar Mantan Istri Deddy Corbuzier

Sehingga, kata dia, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara telah dirugikan hingga Rp201 miliar.

“Ini dapat dilihat dari Surat Direktur Penerimaan Mineral dan Batubara, Kementerian ESDM RI Nomor 5560/84/DBN.PW/2017,” ujarnya mengungkapkan.

Selain PNBP, kata Theodorus, pihaknya juga menemukan hanya dua perusahaan pemegang izin usaha pertambangan yang menyetor jaminan reklamasi.

“Yang paling parah, 45 perusahaan tersebut tidak menyetor jaminan pasca tambang,” katanya.

Baca: Astaga, Pasangan Suami Istri Tega Jual Anaknya Seharga Rp 200 Ribu Kepada Pria Hidung Belang

Halaman
123
Penulis: Niko Ruru
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help