Ibu Korban Protes Kaki Amputasi jadi Bantal

Korban mengalami luka serius pada kaki kirinya sehingga harus diamputasi. Namun setelah mendapat penanganan, diketahui potongan kaki

Ibu Korban Protes Kaki Amputasi jadi Bantal
HINDUSTAN TIMES PHOTO
KORBAN KECELAKAAN - Ghanshyam (25), petugas kebersihan bus sekolah yang terguling, mengalami luka serius pada kaki kirinya dan harus diamputasi. 

TRIBUNKALTIM.CO, JHANSI - Rumah sakit pendidikan medis di India menjadi sorotan setelah beredar kabar salah seorang stafnya menggunakan potongan kaki milik korban kecelakaan sebagai pengganti bantal. Mengutip Hindustan Times, insiden tersebut dilaporkan terjadi di Rumah Sakit Universitas Medis Maharani Laxmi Bai di kota Jhansi, negara bagian Uttar Pradesh.

Setelah kecelakaan yang menimpa sebuah bus sekolah pada Sabtu (10/3). Menurut laporan polisi, bus mengalami kecelakaan di Mauranipur, sekitar 65 kilometer dari Jhansi.

Bus terguling saat menghindari tabrakan dengan sebuah truk yang datang dari arah berlawanan. Akibatnya, belasan penumpang mengalami luka ringan hingga serius dan dilarikan ke rumah sakit.

Salah seorang korban luka serius adalah Ghanshyam (28), petugas kebersihan di bus sekolah Deepak Memorial.

Dia mengalami luka serius pada kaki kirinya sehingga harus diamputasi. Namun setelah mendapat penanganan, diketahui potongan kaki tersebut justru digunakan untuk menyangga kepala korban yang saat itu masih ditempatkan di bangsal darurat.

Ghanshyam ditemani saudara laki-laki dan ibunya saat dibawa ke rumah sakit. Pihak keluarga pun protes saat melihat kaki korban yang diamputasi sudah digunakan sebagai pengganti bantal. Ibu korban, Devki mengatakan, saat meminta perawat memindahkan potongan kaki itu dan menggantinya dengan bantal, staf rumah sakit menjawab kekurangan bantal.

Sebuah bantal digunakan untuk menopang paha Ghanshyam yang telah diperban. Kasus tersebut dinilai telah mencoreng pelayanan medis di Uttar Pradesh, khususnya di rumah sakit tersebut.

Otoritas rumah sakit berjanji akan melakukan penyelidikan untuk mengetahui pihak yang bertanggung jawab telah meletakkan potongan kaki korban sebagai bantal.

"Kami akan memeriksa kamera pengawas untuk melihat siapa yang bertanggung jawab atas tindakan memalukan tersebut," kata kepala pengawas medis rumah sakit Harish Chandra Arya. "Tindakan tegas akan diberikan kepada orang yang bersalah setelah dilakukan penyelidikan," tambahnya.

Sementara, Menteri Pendidikan Medis Ashutosh Tandon telah memerintahkan penangguhan kepada empat petugas medis gawat darurat yang bertugas saat kejadian. (*)

Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help