Inilah Deretan Fakta di Balik Pembangunan Dinding Tinggi Penahan Tsunami di Jepang

Guncangan selama enam menit itu bahkan dirasakan sampai Jepang bagian Utara serta Tokyo.

Inilah Deretan Fakta di Balik Pembangunan Dinding Tinggi Penahan Tsunami di Jepang
Kolase TribunTravel
Dinding penahan Tsunami di Jepang 

TRIBUNKALTIM.CO - Beberapa hari yang lalu, Jepang memperingati tujuh tahun gempa dan Tsunami yang menghancurkan setengah negeri ini.

Tepat pada 11 Maret 2011 silam pukul 14.46 waktu seempat, Jepang dilanda gempa berkekuatan 9,0 SR mengguncang kawasan Tohoku di lepas pantai Samudera Pasifik, tepatnya wilayah timur Sendai, Honshu, Jepang.

Gempa dan Tsunami ini menjadi yang terbesar dalam sejarah dan masuk dalam deretan bencana terparah kelima di dunia.

Suasana seketika berubah mencekam.

Guncangan selama enam menit itu bahkan dirasakan sampai Jepang bagian Utara serta Tokyo.

Sekitar satu jam kemudian, disusul gelombang Tsunami setinggi 33 kaki (sekitar 10 meter) menghantam kawasan pesisir Prefektur Miyagi dan sekitarnya.

Ada lebih dari 15 ribu nyawa melayang.

Baca juga:

Ini Dia 15 Menu Makanan yang Disajikan Rumah Sakit di Seluruh Dunia, Hambar atau Gugah Selera?

Oscar Lebih Pilih Kumpulkan Uang daripada Bela Timnas Brasil di Piala Dunia 2018

Harga Batubara Terus Meroket, Ini Prediksi Bank Indonesia Kaltim untuk 2018

APBI Samarinda Apresiasi Langkah Bersih-bersih Pencurian Batubara oleh Jajaran Polda Kaltim

Gelombang raksasa itu meluluhlantakkan perumahan, gedung hingga jalan layang.

Bencana dahsyat ini sebelumnya telah diprediksi oleh astrolog Richard Nolle.

Saat diwawancara ABC Radio pada Rabu 9 Maret 2011, Nole mengungkapkan, supermoon ‘ekstrem’ yang akan terjadi pada 10 hari kemudian yang membuat jarak Bumi-Bulan hanya 221.567 mil atau 356.578 kilometer.

"Supermoon ini akan memicu malapetaka," ungkapnya.

Menurut Nolle, adalah tarikan gravitasi yang diakibatkan supermoon yang akan membawa kekacauan pada Bumi.

Selain akibat fenomena supermoon, letak Jepang yang berada di sepanjang Cincin Api Pasifik juga membuatnya sangat rawan bencana gempa Bumi.

Disamping itu, Jepang merupakan negara kepulauan yang dikelilingi lautan sehingga rentan diterjang Tsunami.

Dalam sehari, negara ini bisa mengalami beberapa kali gempa kecil.

Itulah sebabnya, rumah di Jepang dibangun dengan bahan bangunan ringan yang tahan gempa.

Tujuh tahun bencana Tsunami Jepang berlalu, masih menyisakan trauma pada masyarakat Jepang.

Kini, pemerintah negara yang dikenal dengan kecanggihan teknologi-nya ini sedangn membangun sebuah dinding besar di sepanjang pantai untuk melindungi warga dari Tsunami, dilansir dari laman TheGuardian.co.uk (13/3/2018)

Sayangnya, ada yang mengatakan jika pengahalang baru ini terlalu tinggi dan bisa berpengaruh pada pariwisata.

Dirangkum dari TheGuardian, berikut beberapa fakta tentang dinding penahan Tsunami yang saat ini dibangun di Jepang.

1. Sejak tembok besar di tepi laut itu dibangun, warga merasa seperti berada dalam penjara

Saat gempa melanda pada tahun 2011, nelayan tiram Atsushi Fujita sedang bekerja seperti biasa di laut.

Segera setelah itu, sebuah gelombang besar menabrak kotanya, Rikuzentakata dan menewaskan hampir 2 ribu orang.

Sejak bencana itu terjadi, pemerintah membangun sebuah tembok laut besar.

"Rasanya seperti kita dipenjara, padahal kita tidak pernah berbuat kejahatan," kata Fujita.

Baca juga:

Kritik Acara Alay, Deddy Corbuzier Diundang KPI; Baru Sehari Videonya Ditonton 600 Ribu Kali

BKN Putuskan PNS Pria Bisa Ambil Cuti untuk Temani Istri Bersalin, Ini Durasi dan Persyaratannya

Kurangi Potensi Ledakan, Tak Sembarang Power Bank Bisa Masuk ke Kabin Pesawat

Viral Video Aksi Perampokan, Polisi Berhasil Amankan Dua Pelaku

The Guardian
The Guardian

2. Perumahan warga dan bangunan komersial masih banyak yang didirikan di dekat dinding laut di pelabuhan Miyako

The Guardian
The Guardian

3. Dinding beton setinggi 12,5 meter itu menggantikan pemecah ombak setinggi 4 meter yang tenggelam saat Tsunami

The Guardian
The Guardian

4. Awalnya, banyak penduduk menyambut gembira gagasan dinding penahan Tsunami ini

Seiring berjalannya waktu, kondisi menjadi semakin kritis karena pemerintah tidak berkonsultasi dengan warga dalam tahap perencanaannya.

Pekerjaan dinding ini pun menghambat pembangunan kembali di tempat lain, termasuk pembangunan perumahan.

The Guardian
The Guardian

Dalam foto ini, terlihat seorang pria mengintip melalui jendela dinding laut di Kesennuma.

5. Beberapa warga khawatir tembok tersebut akan merusak potensi wisata

japantoday
japantoday

"Sekitar 50 tahun yang lalu kami datang ke sini bersama anak-anak dan menikmati perjalanan menyusuri samudera dan teluk yang indah," kata Reiko Iijima, seorang turis dari Jepang tengah, di sebuah restoran tiram di seberang tembok laut.

"Sekarang, bahkan tidak ada jejaknya," tambahnya.

6. Sekitar 245 mil (395km) tembok telah dibangun dengan biaya 1,35 triliun Yen

Pembangunan tembok laut ini untuk menggantikan pemecah gelombang yang telah rusak oleh tsunami.

7. Dinding laut diklaim bisa menghambat Tsunami dan memberi waktu bagi warga untuk menyelamatkan diri

"Dinding laut ini akan menghentikan Tsunami dan mencegah air rob membanjiri tkota," kata Hiroyasu Kawai, peneliti di Port and Airport Research Institute di Yokosuka, dekat Tokyo.

"Bahkan jika tinggi Tsunami lebih tinggi dari dinding, dinding ini akan menghambat laju air dan menjamin lebih banyak waktu untuk evakuasi."

8. Dinding laut bisa menghalangi aliran air alami dari tanah dan mempengaruhi produksi ikan masa depan

Petani tiram
Petani tiram (The Guardian)

Fujita mengatakan, "Tsunami telah memperbaiki pertanian tiram di daerah tersebut dengan mengaduk-aduk dasar laut dan menghilangkan endapan lumpur, tapi keberadaan dinding laut ini justru menghalangi aliran air alami dari tanah dan mempengaruhi produksi masa depan."

Jika ingin menyaksikan kehebatan dinding penahan Tsunami di Jepang, simak video dari saluran Aljazeera berikut ini :

(TribunTravel.com, Rizky Tyas)

Artikel ini telah tayang di Tribuntravel.com dengan judul 8 Fakta di Balik Kehebatan Dinding Penahan Tsunami di Jepang

Editor: Kholish Chered
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help