Pilgub Kaltim 2018

Kamenag Tegaskan Rumah Ibadah Bukan Tempat Kampanye

Masa kampanye paslon dalam Pilgub Kaltim tahun 2018 ini dimulai sejak 15 Februari - 23 Juni 2018 mendatang.

Kamenag Tegaskan Rumah Ibadah Bukan Tempat Kampanye
TRIBUN KALTIM / BUDI SUSILO
Ilustrasi - Calon Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor mendatangi Masjid Agung At Taqwa Kota Balikpapan, Jalan Jenderal Sudirman pada Minggu (25/2/2018). Kegiatan ini merupakan Haul Perdana Al Habib Ghasim Bahasyim. 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Doan Pardede

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kepala Kementerian Agama Kota Samarinda menegaskan bahwa rumah-rumah ibadah tidak boleh menjadi tempat kampanye pasangan calon (paslon) yang sedang berlaga di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim tahun 2018 ini.

Informasi yang dihimpun Tribunkaltim.co, Selasa (13/3/2018), masa kampanye paslon dalam Pilgub Kaltim tahun 2018 ini dimulai sejak 15 Februari - 23 Juni 2018 mendatang.

Masdar Amin, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kamenag) Kota Samarinda dalam sebuah pertemuan di Rumah Jabatan Walikota Samarinda, Jalan S Parman, Senin (12/3/2018) mengatakan, baru-baru ini, pihaknya telah mengadakan pertemuan dan berdialog dengan seluruh majelis agama yang ada di Kota Samarinda.

Baca: Tega, Cucu Curi Barang Elektronik di Rumah Neneknya Sendiri!

Dalam kesempatan tersebut, Kementerian Agama meminta agar seluruh majelis agama untuk ikut menyukseskan dan mendukung kelancaran pelaksanaan Pilgub.

Diantaranya dengan mengajak seluruh umat beragama untuk menggunakan hak pilih dan melarang penggunaan rumah ibadah untuk tempat kampanye paslon.

"Kita sepakat bahwa seluruh rumah ibadah, baik itu masjid, mushola, pura, dan lain sebagainya tidak dijadikan sebagai tempat untuk kampanye. Baik langsung ataupun tidak langsung," ujarnya.

Baca: Nggak Cuma di Runway, di Jalanan Bella Hadid Tetap Tampil Stylish, Intip Gayanya

Berdasarkan pengalaman, kata dia, masalah yang terjadi lapangan khususnya terkait Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan hasil perhitungan suara dalam sebuah Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), kerap menjadi pemicu konflik sosial.

Dia berharap agar masalah ini mendapat perhatian khusus.

Khususnya penyelenggara, juga diharapkan bisa bekerja secara jujur dan transparan.

Baca: Kadiv Demokrat yang Walkout Saat Jokowi Pidato akan Kena Sanksi

Dan dalam waktu dekat ini, Kementerian Agama juga akan kembali mengumpulkan seluruh majelis agama, organisasi agama, tokoh-tokoh masyarakat, lurah, camat, serta Tim Pemenangan masing paslon untuk membuat pernyataan sikap untuk selalu mendukung pelaksanaan Pilgub Kaltim yang aman dan lancar.

"Kita akan membuat pernyataan sikap," ujarnya.  (*)

Penulis: Doan E Pardede
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved